Kompetisi Liga 3 Resmi Ditunda, PSGC Ciamis Rugi Rp 1 Miliar
PSGC Ciamis mengalami kerugian Rp 1 miliar imbas tak jadi digelarnya Liga 3.
Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Liga 3 Seri 1 Jabar dipastikan gagal dilaksanakan tahun 2020 ini.
Kepastian tersebut menyusul terbitnya surat dari Asprov PSSI tentang tidak dilaksanakan berbagai tingkatan kompetisi sepak bola di Jabar pada tahun 2020 ini, termasuk Liga 3.
Surat Asprov PSSI Jabar No. 514/JBR/UD/233/XI.2020 tertanggal 9 November 2020 yang ditujukan kepada Askab/Askot PSSI se-Jabar serta anggota klub PSSI Jabar tersebut merupakan tindak lanjut surat PSSI pusat tertanggal 29 Oktober 2020 tentang penundaan Liga ke tahun 2021.
Baca juga: Pemain Persib Esteban Vizcarra Pilih Pulang ke Bogor, Ia Akan Menjadi Guru
Baca juga: Keharuan Saat Syekh Ali Jaber Bertemu Akbar, Langsung Memeluk, Teteskan Air Mata Saat Akbar Mengaji
“Kecewa, malah sangat kecewa. PSGC sudah mempersiapkan tim, tapi Liga-nya ditunda ke tahun 2021 ,” ucap CEO PSGC Ciamis, H Herdiat Sunarya kepada Tribun Jabar, Rabu (11/11/2020).
Ia mengomentari tentang tidak digelarnya Liga 3 tahun 2020 ini.
Untuk menghadapi musim Liga 3 Seri 1 tahun 2020, PSGC, menurut H Herdiat, sudah mempersiapkan diri sejak Maret lalu dengan menggelar seleksi pemain.
Namun seleksi pemain yang sedang berlangsung tersebut dihentikan menyusul terjadinya pandemi Covid-19.
Awal April, tahapan seleksi dihentikan, Stadion Galuh Ciamis ditutup.
Semua pemain seleksi dipulangkan ketempat asal masing-masing.
Pertengahan Agustus, seleksi pemain kembali digelar menyusul ada rencana kick-off Liga 3 2020 bulan Oktober atau November.
Dari seleksi pemain, PSGC Ciamis berhasil membentuk tim. Sebanyak 25 pemain sudah diikat kontrak, tapi awal Oktober seluruh pemain dipulangkan karena tidak ada kejelasan kapan digelarnya Liga 3.
Padahal untuk persiapan tim tersebut sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar, nyaris tanpa sponsor. Termasuk membayar gaji pemain yang sudah terikat kontrak.
“Untuk persiapan tim selama tahun 2020 ini sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar. Sebesar itulah kerugian yang kami tanggung,” katanya.
Lebih rugi lagi, para pemain yang sudah direkrut, dipersiapkan dan dilatih tidak bisa berlaga di kompetisi resmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemain-menjalani-seleksi-gabung-psgc-ciamis.jpg)