Senin, 13 April 2026

Banyak Minimarket Menjamur di Tengah Permukiman, Pemilik Warung Kecil Keluhkan Hal Ini

Banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait banyaknya minimarket yang berdiri di tengah pemukiman.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Pengusaha asal Majalengka, Tete Sukarsa mengajak masyarakat agar melepaskan diri dari lingkaran kegelisahan di tengah menjamurnya minimarket.

Diketahui, beberapa bulan terakhir ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait banyaknya minimarket yang berdiri di tengah pemukiman.

Parahnya, kebanyakan minimarket tersebut berada tak jauh dari warung usaha mikro masyarakat.

Baca juga: Warga Sukabumi yang ke Jakarta untuk Sambut Kepulangan Habib Rizieq Diimbau Tetap Terapkan Prokes

"Dengan maraknya toko minimarket di Majalengka semakin menghimpit laju roda pasar tradisional," ujar Tete, Selasa (10/11/2020).

Menurut Tete, dengan hadirnya minimarket yang menjamur itu membawa dampak negatif bagi pelaku usaha di tradisional.

Yang mana, semakin hari terjadi kasus gulung tikar akibat adanya hal tersebut.

Baca juga: Deteksi Penyalahgunaan Narkoba, Petugas dan Warga Binaan Lapas Sukabumi Ini Lakukan Tes Urine

"Sudah barang pasti adanya pasar modern (supermarket) menekan mereka yang berkutat mencari penghasilan hidup di pasar tradisional," ucapnya.

Mantan politisi partai besutan Amien Rais tersebut mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus meratapi kenyataan yang telah terjadi saat ini dan masyarakat harus mampu bangkit dari keterpurukan yang selama ini dirasa.

Supaya, tidak terus menjadi jajahan pasar kapitalisme yang menggurita perekonomian dimasyarakat.

Baca juga: Kreatif ditengah Pandemi Covid-19, Olahan Baby Fish Ini Sudah Masuk Ritel Modern

"Sudah saatnya kita bangkit, jangan terjebak pada wilayah ketidak keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat, mari kita berkarya dengan membangun kekuatan bersama bangun kedaulatan ekonomi," jelas dia.

Kedaulatan ekonomi rakyat saat ini, sambung dia, sangat penting menjadi perhatian bagi seksama.

Pasalnya, ketika dibukanya Majalengka sebagai salah satu wilayah Segitiga Rebana yang cukup menjanjikan kemajuan perekonomian, tidak ditopang kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat.

Baca juga: Jadwal UEFA Nations League Matchday-5 Live Streaming Mola TV, Portugal vs Prancis, Belgia vs Inggris

Sehingga, hal itu dianggap tidak akan membawa kemajuan bagi masyarakatnya.

"Seribu Toko Swalayan ini adalah realita dan fakta di lapangan, secara langsung mematikan usaha tradisional, akan tetapi pemerintah juga seharusnya bisa menghadirkan program yang mampu menekan hal tersebut, bisa saja dengan memanfaatkan sektor agribisnis yang masih primadona Majalengka," tandasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved