UU Cipta Kerja Sudah Ditandatangani Presiden, Eh Ternyata Ada Pasal yang Merujuk Ayat Tidak Ada

Kritikan beradatangan sehari setelah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Editor: Giri
jdih.setneg.go.id
Tangkapan layar halaman muka UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kritikan beradatangan sehari setelah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ditandatangani Presiden Joko Widodo. Alasannya, ada beberapa yang dinilai janggal.

Misalnya dalam pasal 6 UU Ciptaker yang isinya merujuk pada pasal 5 ayat 1, namun rujukan tersebut tidak ada.

Pasal 6 dalam undang-undang setebal 1.187 halaman tersebut berbunyi merujuk pada ayat 1 pasal 5. Padahal, di pasal 5 tidak ada ayat 1.

Pasal 5 berbunyi:

 

"Ruang lingkup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi bidang hukum yang diatur dalam undang-undang terkait"

Pasal 6 berbunyi:

Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a meliputi:

a. penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko;

b. penyederhanaan persyaratan dasar Perizinan Berusaha;

c. penyederhanaan Perizinan Berusaha sektor; dan

d. penyederhanaan persyaratan investasi.

Kejanggalan Undang-undang Cipta Kerja tersebut sudah ditanyakan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Pratikno belum meresponsnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meneken Undang-undang Cipta Kerja yang sempat menuai kontroversi.

Undang-undang yang disahkan DPR pada 5 Oktober lalu tersebut diteken Jokowi pada Senin 2 November 2020, dan diundangkan pada hari yang sama.

Dikutip Tribunnews dari Setneg.go.id, Undang-undang Cipta Kerja ini bernama Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020.

Undang undang beserta penjelasan tersebut memiliki 1.187 halaman.

Undang- undang terdiri dari 186 pasal dan XV Bab.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved