Semarak Sosialisasi Prokes Digelar Demi Menekan Angka Covid di Jabar
Sosialisasi protokol kesehatan terus dilakukan di Jabar menyasar semua lapisan masyarakat demi menekan angka Covid-19.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
BANDUNG, TRIBUN - Angka penambahan kasus harian Covid-19 di Provinsi Jawa Barat dalam seminggu terakhir cenderung mengalami penurunan. Sebaliknya, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Barat semakin meningkat.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), pada Selasa (3/11) siang, tercatat total 36.924 kasus positif Covid-19 di Jawa Barat. Sedangkan 26.671 di antaranya sudah sembuh dan 732 orang meninggal dunia.
Hal tersebut tak terlepas dari gencarnya sosialisasi protokol kesehatan yang dilakukan secara masif oleh berbagai elemen masyarakat dan juga berbagai instansi yang terus bersinergi dalam meminimalisir dan menekan penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.
Seperti yang dilakukan kepolisian di Majalengka. Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka, Polsek Cigasong Polres Majalengka menyambangi sejumlah sekolah, Selasa (3/11/2020). Hal itu dilakukan untuk melakukan sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) kepada para murid.
Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, melalui Kapolsek Cigasong, AKP Atik Suswanto mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19. Khususnya, kepada anak usia dini yang mana salah satunya dilaksanakan di Sekolah SDN 1 Cigasong.
"Kami bertatap muka dengan anak-anak. Tentunya disampaikan secara humanis terkait sosialisasi agar patuhi protokol kesehatan," ujar AKP Atik, kemarin.
Atik menambahkan, usia sekolah merupakan salah satu kategori usia yang rentan tertular virus corona. Oleh karena itu, pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat. “Sosialisasi 3M ini merupakan cara untuk memutus mata rantai Covid-19, karena terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Untuk itu perlu kerja keras dari seluruh stakeholder terkait untuk selalu konsisten menyuarakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat luas," kata dia.
Sosialisasi masif dilakukan juga oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang memilih Terminal Pasirhayam di Kecamatan Cilaku untuk sosialisasi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan, abainya warga menerapkan 3M turut menyumbang masivnya angka reaktif warga.
Seiring dengan data tersebut, kata Irvan, pemerintah merespons dengan sosialisasi dan gebyar terhadap pencegahan pandemi. "Kami melakukan rapid tes, teknisnya jika ada yang reaktif maka harus dilakukan isolasi mandiri. Setelah itu kami merencanakan untuk pengambilan swab tes," kata Irvan.
Di Bandung, sejumlah aktor sinteron Preman Pensiun ikut menyosialisasikan protokol kesehatan di Rutan Kelas I Bandung atau Rutan Kebonwaru di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (2/11/2020). Aktor Preman Pensiun itu antara lain Dikdik, Mang Uu, Mira dan Boim. Belakangan, Kang Mus datang. Mereka menyapa para tahanan dan narapidana rutan lalu mensosialisasikan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, wajib cuci tangan dan jaga jarak.
Ratusan narapidana yang hadir tampak bertepuk tangan dan menyambut para aktor film yang banyak ditonton saat Bulan Ramadhan belum lama ini. Sejumlah narapidana menyempatkan diri untuk berfoto bersama.
"Kita harus tetap berkarya meski dalam kondisi terbatas. Tetap berpikir positif, harus sehat dan tetap jalankan protokol kesehatan," ucap Boim, salah satu aktor.
Saat ini Rutan Kebonwaru berisi 900 orang tahanan, terus menjalankan penerapan protokol kesehatan meski di dalam penjara. "Meski berada di balik jeruji besi, napi harus tetap berkarya. Apalagi ditengah Pandemi Covid-19 ini, karya para napi harus lebih kreatif. Dan satu lagi bahwa meski didalam penjara, pelaksanaan protokol kesehatan harus dilaksanakan, untuk menjaga diri kita dari virus, " papar Dikdik.
Sementara itu Kang Mus menambahkan, kamar penjara harus dianggap sebagai latihan dan ujian. Ia juga menyampaikan soal pentingnya menjaga protokol kesehatan. "Setelah keluar dari sini smeoga ada perubahan. Sampaikan kepada teman-temannya jangan berbuat dosa ada hukumannya," ucap Kang Mus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, Berli Hamdani, mengatakan kegiatan semarak sosialisasi protokol kesehatan melibatkan unsur TNI, Polri, aparat kecamatan, kelurahan/desa hingga para tokoh masyarakat, secara masif di seluruh wilayah.
"Di tiap daerah, kami bekerjasama dengan pemerintah setempat, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melawan Covid-19," kata Berli saat melakukan sosialisasi gerakan bersama melawan Covid-19 di Puskesmas Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa kemarin.
Masyarakat diajak melawan Covid-19 yang hingga kini belum ada obatnya itu, melalui gerakan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. "Dengan 3M yang sederhana dan mudah dilaksanakan itulah, kita semua berupaya melawan Covid-19. Kampanye gerakan melawan Covid-19 ini akan berkesinambungan, dengan target seluruh warga memahami akan bahaya Covid-19," kata Berli.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/polisi-pjr-sosialisasi-social-distancing-di-dalam-bus.jpg)