Selasa, 19 Mei 2026

Jabar Proyek Percontohan Corporate University di Indonesia, Sarana Pembelajaran Menuju ASN Juara

diharapkan terjadi percepatan ASN yang profesional dan berdaya saing, khususnya di Jabar sebagai proyek percontohan

Tayang:
istimewa
Kepala Badan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar Dicky Saromi mempresentasikan corporate university pada penandatanganan secara elektronik antara Kemen PAN-RB, LAN, dan Pemprov Jabar, Selasa (3/11/2020). 

“Adanya fenomenda globalisasi yang menuntut persaingan dan mulai banyaknya knowledge worker yang bekerja membutuhkan adanya organisasi pembelajaran,” kata Dicky.

Selain itu, BPSDM Jabar juga melihat banyak kebutuhan diklat atau mereka yang mengikuti diklat tidak sejalan dengan kebutuhan organisasi atau pencapaian portofolio bisnis organisasi.

Hal inilah yang mendorong didirikannya universitas perusahaan di dalam organisasi dan ini akan men-generate untuk seluruh pihak bersama-sama melakukan proses pembelajaran

“Agar kebutuhan organisasi dapat tercapai dengan adanya pembelajaran yang terus menerus,” ucapnya.

Menurut Dicky, kalau kita melihat pengertian Corpu, itu sejalan dengan kebutuhan kita saat ini, yaitu universitas di perusahaan adalah sarana pendidikan dan pembelajaran yang strategis untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya.

Ada empat kunci kesuksesan Corpu, yaitu komitmen bersama, learning secara sistematis dan berkesinambungan, bukan hanya individu, tapi untuk performansi organisasi, serta sejalan dengan portofolio bisnis organisasi.

Ada tujuh fondasi Jabar dalam merancang menjadiakan rencana tindaknya dalam 1-2 tahun ke depan, yaitu Learning Strategic Government, Learning Focus sejalan dengan agenda Jabar Juara Lahir dan Batin, Learning Source, Learning Infrastructure, Learning Solution Delivery System, Learning Solution Architecture, dan Learning System.

Ada beberapa alasan yang lebih memperkuat Jabar untuk bisa menjadi pilot project.

“Kami berikan gambaran tentang suplai atau penyediaan yang kami hadapi saat ini. Secara jumlah, Jabar punya sekitar 34 ribu ASN, 70 persen di antaranya S1 ke atas dan 30 persen S1 ke bawah. Pendidikannya didominasi administrasi umum,” katanya.

Dengan kondisi ini, tentu kita sangat prihatin terhadap beberapa aspek atau latar belajar lain pendidikan yang kita butuhkan penyediaannya.

Contoh sekarang kategori teknik dan hukum sudah sangat berkurang. Selain itu, juga akuntan, pekerja sosial, penyuluh lingkungan hidup, art and design, dan komputer.

“Dari sisi inilah, Corpu mencoba untuk memberikan solusi tidak hanya bergantung pada rekrutmen yang akan kita lakukan ke depan, tetapi bagaimana kita coba untuk mendidik yang ada agar punya kompetensi di bidang-bidang itu,” ucap Dicky.

Dari aspek demand, Corpu ini berkaitan dengan kebutuhan organisasi, dalam hal ini Jawa Barat.

Yang menjadi fokus BPSDM Jabar adalah mewujudkan visi terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dengan inovasi dan kolaborasi.

“Satu di antara visi itu ada tuntutan yang selalu Pak Gubernur gaungkan, yaitu tentang pentingnya reformasi birokrasi dan ASN yang Juara, baik melalui e-smart province, agile time, maupun pentahelix,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved