Senin, 20 April 2026

VIDEO Penyegelan Gedung IFI Bandung dan Pembakaran poster wajah Presiden Perancis Emmanuel Macron

Massa dari berbagai organisasi Islam di Jabar menggelar aksi mengecam pernyataan presiden Prancis.

Penulis: Cipta Permana | Editor: yudix

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam se-Bandung Raya, menggelar aksi Bela Islam dan Bela Kehormatan Nabi sebagai bentuk protes dan kecaman atas sikap penghinaan terhadap umat Islam dari Presiden Perancis Emmanuel Macron dan majalah Charlie Hebdo yang memuat karikatur bernada satir kepada Rasulullah SAW beberapa waktu lalu.

 
Berdasarkan pantauan di lapangan, usai menggelar orasi dan penyampaian aspirasi di depan Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah, massa pun menggelar long march dan melanjutkan aksinya di depan institusi pendidikan berbahasa Perancis, Institut Francais (IFI) Bandung, yang terletak di Jalan Purnawarman, Kota Bandung. 
 
Dalam aksinya, selain menggelar orasi dan menyampaikan kekecewaannya, massa pun melakukan penyegelan dengan memasang sebuah spanduk di depan gerbang yang ditulis dengan cat semprot merah DISEGEL UMAT ISLAM. Aksipun tidak terhenti sampai disitu, mereka juga kembali melakukan penginjakan terhadap poster bergambar wajah Presiden Perancis Emmanuel Macron dan kemudian membakarnya dengan korek gas tepat di depan gerbang IFI Bandung.
Karena selama satu jam aksi massa tidak direspon oleh perwakilan dari IFI, terlebih
situasi Gedung bercat putih itu pun tampak sepi dari aktivitas kegiatan, juga terkunci rapat, hanya terdapat sejumlah personel kepolisian yang bersiaga di halaman dan luar gedung, massa pun meminta salah seorang bertubuh gempal yang diketahui merupakan petugas keamanan dari IFI Bandung, untuk naik ke atas mobil komando, dan menyerahkan sebuah map biru berisikan dokumen pesan dan tuntutan kepada Pemerintah Perancis.
 
"Dengan ini, saya terima dan akan saya sampaikan kepada atasannya IFI, Insyaallah besok atau lusa akan ada jawabannya, berikut tanda terimanya pun ada," ujar salah seorang petugas keamanan yang diketahui bernama Oki, dari atas mobil komando yang diikuti oleh kumandang takbir dari para massa aksi di depan Gedung IFI Bandung, Senin (2/11/2020)
 
Setelah tujuan aksi tersampaikan, massa  pun kemudian menggelar doa bersama sebelum meninggalkan lokasi aksi, guna menuju Masjid Al-ukhuwah untuk menggelar sholat Dzuhur berjamaah.
 
Salah seorang koordinator aksi, Muhammad Budiman mengatakan, bahwa aksi penyegelan terhadap gedung lembaga pendidikan dan kebudayaan Perancis, merupakan bentuk protes dan kekecewaan terhadap sikap yang ditunjukkan Pemerintah berjuluk Kota Mode tersebut terhadap umat Islam seluruh dunia, khususnya di Jawa Barat dan Bandung Raya.
"IFI ini adalah balai pendidikan dan kebudayaan Perancis yang merupakan representasi dari Pemerintahan Perancis di Indonesia atau Kota Bandung. Maka tadi kami telah memberikan pernyataan sikap dan diterima oleh salah seorang security di sini, dan akan disampaikan kepada pimpinannya IFI, mudah-mudahan segera ada tindak lanjut dan jawabannya dari pernyataan sikap yang kami sampaikan," ujarnya usai menggelar aksi di depan Gedung IFI Bandung.
 
Menurut Budiman, pihaknya akan terus mengawal terpasangnya segel tersebut agar tidak dilepas oleh siapapun hingga adanya permintaan maaf secara terbuka dari Presiden Emmanuel Macron.
 
"Penyegelan ini merupakan sikap protes kami terhadap Pemerintah dan Presiden Perancis, dan tentu saja penyegelan ini bersifat sementara. Sebelum Presiden Perancis melalui kedutaannya melakukan permintaan maaf secara terbuka, penyegelan ini tidak boleh dibuka, kenapa demikian, karena dalam rangka mengawal keutuhan dan rasa keadilan bersama, jadi tidak boleh ada aktivitas dulu sebelum dia (Emmanuel Macron) minta maaf kepada umat Islam. Kalau mereka (Pemerintah Perancis) sudah minta maaf, baru ini (segel) boleh di buka," katanya.
 
Sebelumnya, massa Aliansi Umat Islam se-Bandung Raya pun telah menggelar penyampaian aspirasi di depan Gedung Sate. Massa mendesak Pemprov Jabar segera mengambil sikap tegas atas apa yang dilakukan Pemerintah Perancis terhadap umat muslim.
 
"Kami ingin menyuarakan kepada pemerintah Indonesia dan internasional bahawa kaum muslimin tidak terima dan mengecam mengutuk keras dalam bentuk penghinaan yang dilakukan Presiden Emmanuel Macron. Kita menuntut agar mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf," ujar salah seorang koordinator aksi Bela Islam dan Bela Kehormatan Nabi, Muhammad Budiman di depan Gedung Sate, Senin (2/11/2020)
Budiman pun meminta kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Jabar dan Kota Bandung agar memboikot dan menarik seluruh produk Perancis yang beredar di setiap supermarket di Jawa Barat dan Kota Bandung.
 
"Presiden Jokowi sudah mengeluarkan pernyataan, kami berharap lebih dari itu. Supaya ada efek jera untuk maka kami mendorong pemerintah pusat dan daerah  melakukan langkah-langkah itu (boikot produk) dan sebagainya. Gubernur, dan Wali Kota sebagai seorang muslim, maka kami minta tunjukanlah kepeduliannya, salah satunya berani keluarkan kebijakan untuk memboikot produk-produk asal Perancis di swalayan dan pusat perbelanjaan lainya," katanya.

Baca juga: Presiden Prancis Harus Belajar dari Penjual Pisang di Purwakarta, Bukti Islam Cinta Kasih Sayang

Baca juga: Klarifikasi Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Kartun Nabi Muhammad yang Hebohkan Dunia Islam


Penulis: Cipta Permana
Video Production: Wahyudi Utomo

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved