Protokol Kesehatan Ketat Diterapkan pada Debat Pilkada Kabupaten Bandung
Debat calon bupati dan calon wakil bupati di Pilkada Kabupaten Bandung 2020 akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
BANDUNG, TRIBUN – Debat calon bupati dan calon wakil bupati di Pilkada Kabupaten Bandung 2020 akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Debat akan digelar di Kopo Square, Margahayu, Kabupaten Bandung, Junat (30/10/2020).
Menurut Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, aturan prokes yang akan diterapkan antara lain membatasi jumlah perwakilan kandidat di lokasi kegiatan. Hanya pasangan calon didampingi beberapa tim sukses saja yang diperkenankan masuk ke ruang debat.
"Jadi yang akan hadir di ruang debat adalah pertama pasangan calon, tim kampanye 12 orang (masing-masing pasangan calon 4 orang), LO 6 orang, kemudian Bawaslu dan perwakilan media. Sisanya adalah kru dan panitia," katanya.
Selain orang-orang yang disebutkan tadi, kata Agus, tak boleh ada orang lain yang nyelonong masuk ke area debat publik. Di luar orang-orang yang telah ditetapkan tersebut hanya boleh menyaksikan acara debat melalui layar lebar (big screen) yang sudah disiapkan panitia.
Agus pun meminta pimpinan Forkopimda, SKPD, dan pejabat lainnya untuk mematuhi aturan ini dan tidak diperkenankan masuk area debat. "Kami mempersilakan untuk mengikuti debat ini melalui siaran langsung (di televisi)," tuturnya.
Agus memaparkan, tentu saja pihaknya sudah memberikan informasi dan membuat komitmen bersama yang dihadiri LO pasangan calon, pihak polres, Bawaslu, untuk menjunjung tinggi aturan tersebut agar pasangan calon tidak membawa, tidak mengajak pendukung, kecuali yang sudah ditentukan tersebut.
"Di luar itu, kita sudah tekankan tidak dapat hadir apalagi masuk ruangan," ujarnya.
Di luar area debat, kata Agus, pihaknya menyarankan agar tidak ada kerumunan. "Sehingga selain orang ornag masuk ke area debat pubilik, kami mengharapkan menonton melalui televisi," ucapnya.
Pada debat pertama ini, tema yang diambil adalah peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-kpu-kabupaten-bandung-agus-baroya-_1.jpg)