Sabtu, 9 Mei 2026

Sega Waluya, Makanan Khas Kabupaten Indramayu yang ''Muncul'' Setahun Sekali, Ini Istimewanya

Sega tersebut hanya muncul di hari Rabu pertengahan Oktober. Masyarakat banyak yang berbondong-bondong membuat hidangan ini

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Sega waluya, makanan khas Kabupaten Indramayu yang hanya muncul satu tahun sekali 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Di Kabupaten Indramayu, ada hidangan yang hanya muncul dalam kurun waktu satu tahun sekali.

Hidangan tersebut oleh masyarakat disebut dengan nama sega waluya atau nasi waluya.

Salah seorang budayawan asal Kabupaten Indramayu, Ki Tarka Sutaharja mengatakan, sesuai namanya, sega waluya ini berasal dari istilah waluya.

Dalam naskah kuno berjenis primbon atau mantra, waluya dapat diartikan sehat atau waras.

Baca juga: Hasil Liga Eropa, Arsenal vs Dundalk FC, Eddie Nketiah Cetak Gol, Alex Runarsson Jalani Debut

"Waluya tersebut artinya waras, atau sehat wal afiat. Waluya tersebut sering diucapkan pada lubar kaul, untuk memperingati Rabu Safar atau Rabu wekasan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (29/10/2020).

Ti Tarka Sutaharja mengatakan, nasi ini adalah makanan tradisional khas Kabupaten Indramayu, masyarakat juga beranggapan sega waluya memiliki makna doa.

Sega tersebut hanya muncul di hari Rabu pertengahan Oktober. Masyarakat banyak yang berbondong-bondong membuat hidangan unik yang satu ini.

Sebab Rabu pertengahan Oktober adalah Rabu akhir bulan Safar.

Sedangkan di hari-hari biasa nasi tersebut tidak akan bisa ditemui. Hal ini sudah menjadi tradisi turun temurun sejak nenek moyang dahulu.

"Sega ini lalu diberikan ke tetangga dan kerabat mereka. Akhirnya untuk mendapat doa dari tetangga dan kerabat nasi tersebut disebut waluya, atau sega waluya, yang artinya nasi atau sega keselamatan," ujar dia.

Rasa dari sega waluya sendiri, disebutkan Ki Tarka Sutaharja gurih dan enak.

Sega ini terdiri dari nasi yang dicampur parutan kelapa. Sebagai pelengkap, nasi waluya juga ditemani lauk pauk berupa oreg, urab, dan ikan asin.

"Banyak orang mencari nasi ini khususnya di bulan Safar karena hanya muncul satu tahun sekali," ujar dia.

Baca juga: Musim Ini Pembuktian bagi Eden Hazard untuk Memenuhi Line-up Impian Zinedine Zidane

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved