Selasa, 14 April 2026

Berastagi Hujan Abu saat Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW Gara-gara Gunung Sinabung Batuk

Gunung berapi di Kabupaten Karo Sumatera Utara itu sudah beberapa kali mengalami guguran lava atau awan panas guguran.

Editor: Ravianto
KOMPAS.com/HENDRI SETIAWAN
Gunung Sinabung kembali mengalami guguran lava sejauh 1.000 meter pada Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BERASTAGI -- Peningkatan aktivitas Gunug Sinabung terlihat sejak beberapa hari terakhir.

Gunung berapi di Kabupaten Karo Sumatera Utara itu sudah beberapa kali mengalami guguran lava atau awan panas guguran.

Terbaru, Sinabung kembali mengalami guguran pada Kamis (29/10/2020) pagi saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan data yang didapat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, jarak luncuran guguran kali ini sejauh 2000 meter ke arah Timur-Tenggara.

"Benar tadi terjadi guguran lagi sekira pukul 07.52 WIB dengan jarak luncur sejauh 2000 meter ke arah Timur-Tenggara," ujar Armen.

Pada aktivitas guguran pagi tadi, ternyata juga terlihat adanya kepulan abu vulkanik berwarna kelabu pekat membumbung cukup tinggi di atas permukaan gunung.

Selain itu, dikarenakan adanya angin yang cukup kencang abu vulkanik dengan tinggi kurang lebih 1500 meter itu ikut terbawa tiupan angin.

Amatan www.tribun-medan.com, ternyata abu vulkanik yang terbawa angin ini sampai ke Kecamatan Berastagi.

Di sebagian wilayah Berastagi, terutama di jalan utama dan pusat Berastagi seperti di seputar Tugu Perjuangan, terlihat abu vulkanik menyelimuti jalan dan kendaraan yang terparkir.

Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km

Bahkan, di kendaraan yang diketahui sudah terparkir sejak abu vulkanik turun kondisi abunya cukup tebal.

Jalanan di sekitar wilayah ini juga terlihat ditutupi oleh abu dengan ketebalan yang berbeda.

Menurut informasi dari warga sekitar Geri, sebelum dan saat abu vulkanik datang memang di wilayah tersebut sedang mengalami angin yang cukup kencang.

"Kencang juga tadi anginnya, makanya sampai sini abunya," katanya.

Dirinya mengaku merasa kaget saat melihat abu vulkanik turun di Kecamatan Berastagi. Dirinya mengira, jika Sinabung kembali mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu yang tinggi.

"Kirain tadi erupsi, biasanya kan erupsi yang sampai sini abunya. Tapi mungkin menang karena angin inilah ya," ucapnya.

Dampak dari guguran lava atau awan panas guguran dari Gugung Sinabung, membuat sebagian wilayah Kecamatan Berastagi diselimuti abu vulkanik.

Kondisi ini, dikarenakan kepulan abu dari material guguran terbawa angin yang cukup kencang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved