Ukong dan Gome Kini Bebas di Alamnya, Dua Owa Jawa Dilepasliarkan di Gunung Puntang Hari Ini
Sepasang Owa Jawa atau Hylobates moloch, yang bernama Ukong dan Gome dilepasliarkan, di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Selasa
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sepasang Owa Jawa atau Hylobates moloch, yang bernama Ukong dan Gome dilepasliarkan, di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Selasa (27/10/2020).
Saat pintu penangkaran dibuka untuk pelepasliaran, Ukong dan Gome tak langsung keluar dan pergi meninggalkan penangkaran.
Keduanya masih terlihat asik bergelantung di dalam penangkaran.
Selang beberapa menit Gome keluar penangkaran, bergelantungan di pohon, lalu Ukong ikut keluar.
Namun setelah Ukong ke luar penangkaran, selang beberapa menit, ia kembali masuk penangkaran.
Lalu, akhirnya keduanya keluar, tapi tak pergi jauh di area penangkaran.
Menurut Koordinator rehabilitasi Javan Gibbon Center, Drh. Pristiani Nurantika, owa tersebut kondisinya sudah siap dilepasliarkan.
"Sebelum pandemi (Covid) ini memang sudah siap (dilepas liarkan), menurut evaluasi kami1 di pusat rehabilitasi. Namun kami karena terkendala Pandemi mereka (Ukong dan Gome) harus menunggu beberapa lama, baru bulan Juni bisa di translokasikan ke sini (penangkaran di Gunung Puntang)," ujar Pristiani setelah melepasliarkan sepasang owa jawa.
Pristiani mengatakan, di Gunung Puntang ini, mereka juga sudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sejak bulan Juli.
"Jadi sekarang mereka (Ukong dan Gome) sudah benar benar siap dan sangat baik. Dari pergerakan mereka alhamdulillah sudah siap, mudah mudahan mereka bisa belajar di sini jadi penghuni sini dan berkembang biak," kata Pristiani.
Pristiani memaparkan, Ukong dan Gome merupakan owa sitaan karena bekas peliharaan manusia.
"Mereka di bawah pelindungan hukum (hewan dilindungi), tapi masih saja ada kegiatan berburu untuk dijadikan peliharaan. Ketika disita mereka akan diserahkan ke pusat rehabilitasi dan bisa liar lagi," ucap dia.
Pristiani mengaku, sejak 2013 pihaknya sudah melepas liarkan 30 owa jawa di Gunung Puntang.
"Dulunya (di Gunung Puntang) pernah ada owa kemudian hilang. Maka kita kembalikan lagi, apalagi secara habitat (Gunung Puntang ini) masih sesuai dengan apa yg dibutuhkan owa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/owa-jawa-ukong-dan-gome-dilepasliarkan-di-gunung-puntang.jpg)