Minggu, 19 April 2026

Penanganan Virus Corona

Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Warga Purwakarta Ciptakan Aplikasi TOPUR

Bantu UMKM saat pandemi Covid-19 seorang warga menciptakan sebuah e-commerce yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM di Purwakarta

Pixabay
ILUSTRASI - 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang warga asli Purwakarta bernama Salman Alfarisi (31) membuat sebuah terobosan inovasi di tengah kondisi perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 dengan menciptakan sebuah e-commerce yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Purwakarta.

Salman menciptakan e-commerce yang dinamakan Toko Purwakarta atau disingkat Topur.

Aplikasi ini telah hadir di google playstore.

Salman menjelaskan, Topur ini merupakan aplikasi online yanh dibuat untuk lokal bertagline ekonomi digital berbasis lingkungan.

Baca juga: Kabar Baik, Hanya Rp 400 Sekali Uji, Alat Tes Covid-19 Termurah di Dunia Ini Siap Diluncurkan

"Artinya itu meski digital secara wawasan tetap mengedepankan kearifan lokal," katanya saat ditemui di gerai Topur, di Jalan Raya Sadang, Selasa (27/10/2020).

Salman berharap adanya Topur ini dapat membantu pelaku UMKM dalam hal memasarkan produknya terlebih itu produk khas Purwakarta.

Meskipun, kata Salman, di perjalanan produk apapun dapat masuk dengan catatan pedagang tersebut ada di Purwakarta.

"Kami rilis Topur pada Januari 2020. Jadi, baru 10 bulan Topur ini berdiri. Tapi, pembuatannya sendiri sejak 2018 dengan memulai mencari-cari development struktur yang baik," katanya.

Sebelum membuat Topur, Salman menyebut dirinya membuat e-commerce untuk transportasi dan pada 2017 sempat ingin berafiliasi bersama tiket.com.

Baca juga: Resep Sup Seafood Asam Pedas Khas Thailand yang Cocok Banget Disantap Saat  Musim Hujan

Namun, hal itu tak terlaksana dan gagal. Ketika disinggung terkait kendala selama ini pada e-commerce Topur, Salman menyebut terletak pada pedagang UMKM itu sendiri.

"Karena benar-benar berhubungan dengan pedagang lokal yang terkadang kapasitas produksinya mempertimbangkan ada yang beli atau tidak untuk besok? Kemudian, masalah sering adanya produk yang publish tiba-tiba unpublish lantaran tak tersedia barangnya," ujarnya.

Selama dua hari lalu, lanjut dia, sudah ada 8 produk yang di take down lantaran pedagangnya tak produksi yang disebabkan beberapa faktor, misal kurang modal atau lainnya.

Sejak awal, Salman pun menegaskan bagi pedagang UMKM yang ingin ikut bergabung mesti mendaftarkan lokasi alamat dan produknya.

"Jadi, kami tak ingin istilahnya membeli kucing dalam karung. Sekarang sudah ada 322 pedagang UMKM yang tergabung per Minggu kemarin. Mayoritasnya itu pedagang kuliner," katanya.

Baca juga: VIDEO-Tinjau Cikopo Jelang Libur Panjang, Wakapolri Was-was Ada Penyebaran Covid-19 Klaster Wisata

Ke depan, Salman berharap dapat mengemas produk-produk UMKM ini dalam satu paket yang menjadi oleh-oleh khas Purwakarta dengan membawa label daerahnya tersebut, misalnya oleh-oleh Babakancikao dan di dalamnya itu ada berbagai macam produk.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved