Breaking News:

Ade Londok Akhirnya Muncul, Bicara Kenapa Sampai Berkata Kasar ke Pengendara di Video Viral

Akhirnya Ade Londok mengklarifikasi kejadian dalam video viral dia yang mengomentari pengendara motor.

Penulis: Widia Lestari | Editor: Hilda Rubiah
Instagram/m.adelondok
Ade Londok kontroversi dan videonya viral. 

Namun, kata-katanya dalam video ini dinilai tidak tepat oleh netizen. Ia pun mendapatkan hujatan karena berkata kasar terhadap seorang bapak yang membonceng anaknya.

Hujatan ini terus membanjir setelah ada sebuah akun Facebook yang membeberkan identitas pengendara motor tersebut.

Dari info yang viral di media sosial, pengendara itu disebut-sebut seorang bapak yang membonceng anaknya.

Pengendara tersebut disebut-sebut orangtua tunggal yang banting tulang untuk menghidupi anaknya.

Foto-fotonya bersama anak yang dibincengnya bahkan tersebar luas di media sosial.

Tindakan Ade Londok yang mengatai pengendara motor pun semakin viral karena tersebar di akun-akun info sehingga sosoknya menjadi kontroversi.

(Tribunjabar.id)

Ade Londok Sudah Hubungi Ganis Hari

Setelah videonya yang memaki pengendara motor viral, Ade Londok dan Ganis Hari sudah berkomunikasi.

Dalam percakapan tersebut, Ade Londok mengaku sudah meminta maaf.

Hal tersebut disampaikan Ade Londok dalam video YouTube Jakarta Showbiz yang dikutip Tribun Jabar pada Senin (26/10/2020).

Keduanya saling meminta maaf dan menyelesaikan secara kekeluargaan.

Ade Londok pun berencana untuk menemui Ganis Hari di tempat tinggalnya di Nagreg, Kabupaten Bandung, secara langsung.

"Belum ketemu, besok mau ke Garut. Dari kemarin sudah maafkan," kata Ade Londok.

Foto Ganis dan anak angkatnya RD (8).
Foto Ganis dan anak angkatnya RD (8). (istimewa)

Ia menyesal menggunakan kata kasar untuk menegur Ganis Hari.

"Mang Ade Londok tidak ada niatan sedikit pun untuk ngomong begitu. Mang Ade Londok itu khawatir eta anak yang dibonceng di belakang jatuh tapi yang keluar bahasanya bahasa Mang Ade yang dikenal seperti biasa (kasar)."

Kata-kata kasar itu terucap karena Ade Londok teringat keponakannya.

"Mang Ade itu banyak keponakan di rumah, teringat, 'awas jatuh' cing eta budak tong di tukang bisi labuh (coba itu anak jangan di belakang takut jatuh), jangan di belakang.

Tiada niatan Mang Ade untuk ngomong apa, niat Mang Ade ada di situ untuk mengingatkan mun ngeuh mah (coba kalau mengerti) netizen semua," ucapnya.

Ade Londok juga meminta maaf kepada netizen dan meminta agar video live Instagram jangan dipotong dan ditambah-tambahkan.

"Dalam hal ini mang ade mau minta maaf. Ada rasa penyesalan kenapa Mang Ade ngomongnya begitu, harusnya lebih baik," ujarnya.

Fakta Sebenarnya Tentang Ganis Hari

Setelah video itu viral, kisah mengenai Ganis Hari juga ikut tersebar di media sosial.

Kini diketahui, Ganis Hari tinggal di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Tak seperti yang ramai diinformasikan warganet di media sosial, Ganis ternyata masih belum menikah alias bujangan.

Sementara itu, gadis kecil yang dibonceng Ganis Hari adalah RD, keponakannya.

Ganis telah mengurus RD sejak masih bayi, pasalnya ibu kandung RD bekerja di Arab Saudi, sementara ayah RD bekerja di Sulawesi.

Karena itu, RD sangat dekat kepada pamannya tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam perbincangan Ganis dengan anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi, yang melakukan kunjungan kerja ke Ciamis, Jawa Barat, sempat mampir terlebih dulu ke rumah Ganis Hari di Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (26/10/2020) pagi.

Dalam perbincangan tersebut fakta lain terungkap, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari Gani ternyata mengelola warung kecil di rumahnya.

Agar bisa menjual barang-barang dengan harga lebih murah ke pelanggannya, setiap hari Ganis kerap memburu barang diskonan ke sejumlah supermarket untuk kemudian dijual lagi.

Pun begitu ketika Ganis saat dikatai kasar oleh Ade Londok, saat itu Ganis baru selesai berbelanja barang diskonan dari supermarket di Bandung.

Adapun RD turut dibawa serta lantaran di rumah tak ada yang mengurusnya.

Bagi Ganis, RD juga merupakan teman bermain.

Sepeda motor yang dipakai Ganis Hari ternyata juga masih kreditan, masih 28 bulan lagi harus dibayar yang mana angsurannya sebulan Rp 800 ribu.

Tak hanya mengelola warung kelontong, Ganis Hari sehari-hari juga memelihara bebek di sebuah kolam kecil di depan rumahnya.

Dia juga kerap turun ke sawah untuk mencangkul.

(Tribun Jabar/Fidya)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved