Breaking News:

DPRD Jabar Minta Pemda Siaga Hadapi Bencana di Tengah Pandemi

DPRD Provinsi Jawa Barat mengimbau pemerintah daerah, baik Pemprov Jabar maupun pemkab atau pemkot di Jabar, agar meningkatkan kesiagaan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/firman suryaman
ilustrasi- Musala Turut Tertimpa Longsor, Warga Anteg Hilir Kabupaten Tasikmalaya Terpaksa Salat di Rumah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagian kawasan Jawa Barat sudah memasuki musim hujan. Anomali iklim La Nina yang terjadi tahun ini pun memengaruhi peningkatan intensitas hujan.

Akibatnya, banjir dan longsor sudah terjadi di sejumlah titik di Jawa Barat, terutama kawasan selatannya.

Di sisi lain, Jawa Barat pun tengah dilanda pandemi COVID-19, sama seperti kawasan lainnya di dunia. Karenanya, bencana alam dinilai dapat mempengaruhi penanganan pandemi yang tengah terjadi.

Baca juga: Wajib Diketahui! Tak Semua Pelaku UMKM Bisa Dapat BLT Rp 2,4 Juta, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Menanggapi dua fenomena alam ini, DPRD Provinsi Jawa Barat mengimbau pemerintah daerah, baik Pemprov Jabar maupun pemkab atau pemkot di Jabar, agar meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi ancaman bencana alam terkait musim penghujan di tengah pandemi COVID-19.

"Sebetulnya saat ini semua sedang siaga karena saat ini sedang menghadapi pandemi COVID-19. Jadi di satu sisi kita semua sedang menghadapi ancaman wabah virus corona, terus di satu sisi pemda juga harus menyiapkan antisipasi atau penanggulangan bencana alam di musim penghujan," kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari melalui ponsel, Jumat (23/10).

Baca juga: CATAT, Libur Panjang Akhir Oktober, Gubernur Jabar Akan Lakukan Penyekatan di Jalur Puncak-Cianjur

Politisi perempuan yang akrab disapa Teh Ineu ini menuturkan saat ini wilayah Jabar sudah masuk musim hujan dan tentunya pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus sudah siap siaga menghadapi bencana apalagi di tengah pandemi seperti ini.

"Dan biasanya kan akhir tahun itu ada musibah banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Ini tentunya harus diantisipasi oleh kita semua," kata dia.

Baca juga: Besar di Keluarga Angkat, Istri Rizki DA Diminta Temui Ibu Kandung, Kakak: Jangan Berpikiran Dibuang

Selain itu, lanjut Teh Ineu, pemda juga harus menyiapkan Standar Operasional Prosedur atau SOP terkait penanggulangan bencana alam di musim penghujan di tengah pandemi COVID-19.

"SOP-nya harus siap, harus terkondisikan dengan baik. Ini kan bagus jadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi kesiapan daerah dalam penanggulangan bencana alam di tengah pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: Mobil Ambulans Nasdem Dibakar, Jendela Kaca Berhamburan, Aksi Demo UU Cipta Kerja di Makasar Ricuh

Lebih lanjut Teh Ineu menuturkan untuk daerah-daerah yang masuk ke wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Bandung yang dikenal sebagai daerah langganan banjir tahunan harus lebih siaga dalam menghadapi bencana alam di tengah pandemi COVID-19.

"Jadi daerah-daerah rawan bencana itu harus lebih ekstra lagi karena selain harus mengantisipasi wabah virus corona juga harus siap siaga terhadap ancaman bencana alam seperti banjir di daerah Baleendah Kabupaten Bandung," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved