Tel-U Tuan Rumah, 130 Tim dari 55 Perguruan Tinggi se-Indonesia Bertarung di Gemastik XIII/2020
Sebanyak 130 tim yang mewakili 55 perguruan tinggi se-Indonesia berlomba menjadi yang terbaik dalam kompetisi Gemastik XIII Tahun 2020.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 130 tim yang mewakili 55 perguruan tinggi se-Indonesia berlomba menjadi yang terbaik dalam kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) XIII Tahun 2020.
Ajang bergengsi rutin tahunan bagi para mahasiswa di tingkat nasional tersebut, kali ini terpaksa harus digelar secara daring karena dampak pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Mengusung tema "Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Indonesia Maju", Gemastik XIII tahun ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud RI dengan Telkom University (Tel-U).
Bahkan, Tel-U kembali dipercaya menjadi tuan rumah Gemastik untuk keempatkalinya, setelah sebelumnya pada tahun 2008, 2009, dan 2019.
Plt Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi, mengatakan, meski berada tengah sulitnya himpitan situasi pandemi Covid-19, para mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan bangsa harus mampu membuktikan diri. Mereka tidak bolehmenyerah pada keadaan dengan tetap berkarya, berinovasi, dan melakukan adaptasi kebiasaan berprestasi baru.
"Kita harus mengatakan pada diri dan dunia bahwa kita menolak untuk menyerah oleh pandemi Covid-19. Kita juga berkomitmen untuk tetap semangat mekipun berada di tengah himpitan situasi yang serba sulit, melalui keikutserataan dalam ajang unjuk kebolehan atau unjuk kabisa di bidang inovasi teknologi, informasi dan komunikasi ini," ujarnya dalam sambutan acara pembukaan Gemastik XIII/2020 melalui Zoom, Kamis (22/10/2020).
Asep menuturkan, mengutip sepenggal kalimat dari Bung Hatta (mantan Wakil Presiden RI) dalam sebuah pidato peringatan ulang tahun Universitas Indonesia ke-57, bahwa hal penting bagi seorang mahasiswa adalah bagaimana mampu mendorong dirinya untuk mau dan siap diuji, baik ciptaan maupun pengalaman dari hasil dari pembelajarannya, untuk menjadi bekal mengukir masa depan.
"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat semua orang di seluruh negara tengah mencoba dan berlomba mencari sebuah vaksin yang tepat, guna mengatasi masalah Covid-19 yang telah mendera seluruh masyarakat dunia sekitar hampir satu tahun ini. Maka mudah-mudahan ini pun menjadi ciri dan tantangan bagi kita bahwa sebuah ciptaan itu bisa terus berkembang sesuai tantangan peradaban yang ada," ucapnya.
Dia pun meyakini, para peserta Gemastik XIII/2020 merupakan generasi muda terbaik yang sudah menapaki satu langkah berarti guna mewujudkan mimpi dan fantasinya masing-masing yang mampu merubah masa depan peradaban yang lebih baik, khususnya dalam menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0.
"Oleh karena itu, kami akan senantiasa menyambut adik-adik mahasiswa baik yang terpilih menjadi yang terbaik maupun yang tidak, tapi yang paling penting, bahwa kita sudah mencoba untuk mencipta dan kemudian mengalami apa yang harus kita lalui dan jadikan pelajaran dalam rangka implementasi dari merdeka belajar dan kampus merdeka," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Tel-U, Adiwijaya, menuturkan, Gemastik XIII selain sebagai ajang berekspresi dan aktualisasi diri dalam menghasilkan ide gagasan serta inovasi baru di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi.
Tapi juga merupakan ajang kolaborasi, silaturahmi, dan saling memberikan inspirasi baik antarpeserta maupun para dewan juri yang berasal dari akademisi juga praktisi.
Oleh karena itu, rektor pun berharap ajang ini mampu melahirkan berbagai ide gagasan serta inovasi baru di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi terbaik, sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu membawa Indonesia maju di tahun 2045.
"Semoga setiap peserta masing-masing cabang atau divisi lomba dalam Gemastik XIII ini dapat menghasilkan sebuah solusi yang paling efisien dan efektif dalam rangka pengembangan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk kemajuan bangsa Indonesia hari ini dan di masa depan," ujarnya.