Minggu, 12 April 2026

Libur Panjang Pekan Depan Berpotensi Tambah Kasus Positif Corona Hingga 30 Persen

Akhir minggu depan memang ada libur panjang selama lima hari yakni dari hari Rabu sampai Minggu, tepatnya tanggal 28 Oktober sampai 1 November.

Editor: Ravianto
Pixabay
Ilustrasi libur 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - libur panjang akhir Oktober akan menyambut warga Indonesia pekan depan.

Akhir minggu depan memang ada libur panjang selama lima hari yakni dari hari Rabu sampai Minggu, tepatnya tanggal 28 Oktober sampai 1 November.

Pemerintah menetapkan cuti bersama tanggal 28 Oktober dan 30 Oktober sebagai cuti bersama libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ( libur panjang akhir Oktober )

Hal tersebut sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2020 tentang cuti bersama pegawai aparatur sipil negara tahun 2020.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengingatkan libur panjang akhir Oktober berpotensi menambah kasus positif Covid-19 hingga 30 persen.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap berkegiatan di rumah.

"Jadi libur panjang ini punya potensi menyebabkan penambahan kasus.
Saya lihat libur pasca lebaran, ataupun HUT RI lalu dan Tahun Baru Islam, memang ada peningkatan di Indonesia," kata Dicky saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, penambahan kasus positif virus corona akibat libur panjang, tak hanya terjadi di Indonesia.

Negara seperti Amerika Serikat dan negara di Eropa pun mengalami lonjakan kasus sampai 30 persen.

Meski demikian, hal itu tidak terlepas dari situasi pengendalian pandemi di negara tersebut yang belum terkendali.

"Dalam hal ini misalnya Indonesia yang positif ratenya masih di atas 16%," kata dia.

Ia pun mendukung apa yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, agar masyarakat tetap berada di rumah.

"Saya dukung kalau bisa di rumah saja ya, apalagi sakit ya jangan kemana-mana. Level daerah Pemda ini bukan cuma imbauan, edukasi penduduk di wilayahnya agar tidak keluar daerah ketika libur panjang seperti ini. Lebih memilih menghabiskan waktu liburnya di daerah itu," terang dia.

Jika pun ingin melakukan aktivitas liburan, ada baiknya tidak ke luar kota dan memilih tempat wisata bernuansa alam.

"Misalnya tujuan berlibur ke wahana yang relatif lebih minimal resikonya misalnya di alam terbuka, hutan lindung kalau misalnya ke pantai dan tentu juga menerapkan namanya protokol kesehatan," jelas Dicky.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved