Breaking News:

Ubah Laku

Ini 5 Prinsip yang Diterapkan dalam Penanggulangan Covid-19 di Jabar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan ada lima prinsip yang diterapkan dalam menanggulangi pandemi global COVID-19 di Jawa Barat.

Editor: Machmud Mubarok
Humas Jabar
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat mengikuti expert briefings bersama Diah Satyani Saminarsih (Senior Advisor WHO) dan Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K) (Guru Besar UI) melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/10/20). 

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan ada lima prinsip yang diterapkan dalam menanggulangi pandemi global COVID-19 di Jawa Barat.

"Sifat pengelolaan pandemi (COVID-19) di Jabar memiliki lima prinsip yang dijalankan," kata Ridwan Kamil, saat mengikuti expert briefings bersama Diah Satyani Saminarsih (Senior Advisor WHO) dan Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K) (Guru Besar UI) melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/10/20).

Prinsip yang pertama adalah proaktif. Ridwan kamil mengatakan, Jabar menerapkan pemerintahan yang proaktif karena wilayah Indonesia sangat besar sehingga pemerintah daerah harus mampu membuat keputusan secara cepat.

Baca juga: Pemkab Indramayu Gercep Siap Pulangkan TKW Cantik yang Meninggal di Malaysia

Kedua, lanjut Ridwan Kamil, adalah transparan. Di Jabar, keterbukaan informasi salah satunya dilakukan melalui aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar).

Ketiga, Jabar menggunakan scientific leadership sehingga setiap keputusan dibuat berdasarkan masukan para ahli.

Keempat, lanjut Ridwan Kamil, adalah inovatif. Menurutnya, Jabar mampu menggerakkan seluruh industri untuk fokus melawan pandemi, antara lain dengan adanya fasilitas waste management untuk limbah COVID-19 hingga membuat ventilator dan Alat Pelindung Diri (APD).

Prinsip kelima adalah kolaborasi dengan berbagai pihak atau institusi sebagai salah satu kunci penanganan pandemi COVID-19 di Jabar secara cepat dan tepat.

Menurut Ridwan Kami, pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilalukan di Jabar sudah memenuhi standar WHO yakni terhadap 1 persen dari total populasi.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) hingga Selasa (20/10) pukul 21:00 WIB, terdapat 502.993 tes PCR di Jabar. Merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar, total penduduk Jabar per 2019 adalah 49,3 juta jiwa. (Mutiara Erlanti)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved