Virus Corona di Jabar
2 Rumah dan 1 Toko Disemprot setelah 4 Warga Wonoharjo Positif Corona
Menyusul adanya 4 warga yang positif Covid-19 tersebut, kegiatan toko/rumah makan yang telah disemprot disinfektan tersebut tutup sementara.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Rabu (21/10) siang melakukan penyemprotan desinfektan (sterilasi) terhadap 2 rumah warga dan 1 toko/rumah makan di Desa Wonoharjo.
Menurut Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi kegiatan penyemprotan disinfektan yang berlangsung sejak pukul 09.55 sampai 10.50 Rabu (21/10) siang tersebut untuk memutus mata rantai penulartan Covid-19.
Menyusul adanya 4 orang warga Wonoharjo yang terkonfirmasi positif aktif Covid-19.
“Empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut masing-masing istri pemilik toko, anaknya dan seorang karyawan. Serta seorang pembeli, yang kebetulan berprofesi sebagai guru honorer,” ujar Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi kepada Tribun Rabu (21/10).
“Pelaksanaan penyemprotan desinfektan tadi siang berjalan lancar dan kondusif,” katanya.
Menyusul adanya 4 warga yang positif Covid-19 tersebut, kegiatan toko/rumah makan yang telah disemprot disinfektan tersebut tutup sementara.
Sementara itu Kadinkes Pangandaran yang juga juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg H Yani Ahmad Marzuki ketika dihubungi Tribun Rabu (21/10) mengakui bahwa Rabu (21/10) siang telah dilakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah tempat di Desa Wonoharjo.
Kegiatan tersebut katanya menyusul ada 4 warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni seorang isteri pemilik toko, anaknya berikut seorang karyawan dan seorang pembeli (seorang guru honorer).
“ Ke-4 terkonfirmasi positif Covid 19 tersebut kini menjalani perawatan di Ruang isolasi RSUD Pandega Pangandaran,” katanya.
Ke-4 orang tersebut tertular Covid-19 diduga dari aktivtas jual beli jus buah.
Menyusul terjadinya penularan lokal (transmisi lokal) di Desa Wonoharjo tersebut dilakukan berbagai upaya cepat memutus mata rantai penularan lokal Covid-19 tersebut. Diantaranya dengan melakukan sterilasi dengan penyemprotan cairan desinfektan.
Munculnya klaster Wonoharjo yang diduga berasal dari kegiatan jual beli jus buah tersebut menurut drg Yani Ahmad Marzuki, diketahui setelah isteri pemilik salah satu toko di Desa Wonoharjo tersebut berobat ke RSUD Pandega Pangandaran , Jumat (16/10) dengan gejala mencurigakan demam dan sesak nafas. Yang bersangkutan sebelumnya sempat berobat ke salah satu klinik namun oleh pijhak klinik dirujuk ke RSUD Pandega.
“Karena ada gejala yang mencurigakan langsung, pasien langsung ditest swab. Dan hasilnya positif, hari itu juga langsung dirawat di ruang isolasi RSUD Pandega,” ujar drg Yani.
Gugus Tugas Covid-19 Pangandaran katanya langsung bergerak cepat. Ada 13 kontak erat yang menjalani test swab. Minggu (18/10) hasil test swab keluar, 3 orang hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. “Yakni anak pemilik toko, seorang karyawan dan seorang pembeli,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gambar-virus-covid-19.jpg)