Breaking News:

WASPADA, Modus Baru Curi Data Pribadi untuk Hutang Pinjaman Online dan Penipuan

Sebuah unggahan terkait kronologi kasus pencurian data secara online viral di media sosial Twitter, Sabtu (17/10/2020).

Editor: Siti Fatimah
Metro.co.uk
ilustrasi 

"Dia ngomong begini 'Gan, tolong capture kodenya dong. Biar saya bisa bayar ini"

"Ya udah langsung saya tembak aja 'Aduh gan, mohon maaf nih, kalau saya kasih kode nanti uang saya Rp 5 juta ilang."

"Udah deh enggak usah nipu-nipu," kata Rega.

"Saya hina-hina sambil nasihatin gitu. Saya inget banget bilang 'Mas, ini tuh zaman emang lagi susah."

"Malulah sama keluarga, malu sama anak, masa dikasih uang haram."

"Mau didik anaknya jadi penipu juga? Udahlah tobat, semoga dapat hidayah," katanya melanjutkan.

Ancaman dari penipu

Dari percakapan telepon itu, Rega mengetahui bahwa ternyata foto selfie dan KTP yang dikirimkan oleh penipu itu kepadanya merupakan foto dari orang yang bernasib sama seperti dirinya.

Rega menyebut, dalam foto KTP yang dikirim kepadanya, tertera nama Nasihudin dan beralamat di daerah Lampung.

"Dia bilang begini ke saya 'Asal mas tahu ya, KTP yang saya kirim itu punya orang yang saya tipu juga."

"Jadi mas enggak akan tahu siapa aslinya saya, saya tinggal di mana. Karena apa?"

"Saya udah dapat foto profile mas, saya udah dapat foto selfie-nya mas juga. Jadi saya tinggal melakukan hal kayak gini ke orang lain pake nama mas'," kata Rega.

Tidak berhenti sampai di situ, penipu itu juga mengancam akan menggunakan data pribadi Rega untuk melakukan transaksi atas namanya, dan juga mengajukan pinjaman online atas namanya.

"Dia bilang lagi ke saya, 'Asal mas tahu ya, si Nasih ini orangnya udah dipenjara sekarang."

"Karena apa? Dia kena pasal penipuan dan segala macem. Tinggal tunggu aja giliran mas yang kena'. Penipu itu mengancam saya seperti itu," kata Rega.

Belajar dari pengalaman Rega

Setelah percakapan telepon itu berakhir, Rega kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polres Jakarta Selatan.

Namun, karena belum ada kerugian materi yang terjadi, maka polisi mengatakan bahwa kasus itu belum bisa diusut.

Oleh petugas, Rega disarankan untuk mengamankan bukti-bukti percakapannya dengan penipu itu, sehingga kelak bisa digunakan untuk membuat laporan jika ada kasus penipuan, atau transaksi yang mengatasnamakan dirinya.

"Setelah itu saya buat twit tentang kejadian itu."

"Pertama, agar orang-orang tahu, kalau ada transaksi yang mengatasnamakan saya, itu bukan saya."

"Kedua, sharing ke orang-orang agar kejadian serupa enggak terulang," kata Rega.

Belajar dari pengalamannya, Rega membagikan beberapa kiat untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa.

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved