Jumat, 17 April 2026

Dikeluhkan Beras Sebelumnya Berbau, Dinas Sosial Kota Tasik Sidak Beras Bulog

Jajaran Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menggelar sidak ke gudang Bulog di Jalan SL Tobing, untuk memeriksa kualitas beras bansos, Senin (19/10/2020).

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Firman Suryaman
PLT Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Abu Mansyur, mencium aroma beras medium program PKH, dalam sidak ke gudang Bulog Kota Tasikmalaya, Senin (19/10/2020).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman.

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jajaran Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menggelar sidak ke gudang Bulog di Jalan SL Tobing, untuk memeriksa kualitas beras bansos, Senin (19/10/2020).

Sidak dilakukan setelah pada pembagian beras kualitas medium bansos untuk para penerima program keluarga harapan (PKH) bulan lalu dalam kondisi bau apek.

Dipimpin PLT Kepala Dinas Sosial, Abu Masyur, serta sejumlah anggota pendamping PKH, sidak pun dilakukan langsung ke dalam gudang.

Abu meminta sejumlah sampel beras seberat 15 kg yang sudah berada di dalam karung. Sejumlah karung beras itu lantas diminta untuk dibuka.

Abu bersama petugas pendamping PKH mengambil berasa dari dalam karung dan menciumnya, dan diketahui tidak berbau.

"Kami sengaja hari ini sidak untuk melihat kualitas beras medium yang akan dibagikan. Ternyata kali ini tidak berbau, padahal bulan sebelumnya dikeluhkan warga berbau," ujar Abu.

Sejumlah sampel karung berisi beras juga ditimbang. Hasilnya, ada yang kurang dan ada juga yang lebih. Kekurangan dan kelebihannya sama yaitu hanya 0,05 kg. Ada yang 14,95 kg ada juga yang 15,05 kg.

Wakil Kepala Bulog Ciamis yang membawahi gudang Bulog Kot Tasikmalaya, Merizal Sudyadi, mengatakan, kualitas beras medium sudah ditentukan standarnya.

"Jika nanti di lapangan ada beras yang tidak sesuai speknya, bisa langsung lapor kepada kami, nanti diganti," kata Merizal.

Beras bansos yang dikirim hari ini, tambah Abu, mencapai 118 ton untuk disebarkan kepada warga penerima PKH di Kecamatan Tamansari dan Tawang. (firman suryaman)

Baca juga: Berita Persib, Pelatih Robert Alberts Sebut Manusia Harus Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

Baca juga: Ini Awal Mula Kembar Trena Treni Bisa Terpisah 20 Tahun, Kini Dipertemukan Kembali Berkat Tiktok

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved