Tujuh Rumah Retak Akibat Pergerakan Tanah, 26 Warga di Sumedang Pun Mengungsi
Puluhan warga Dusun Bojongtotor, RT 1/1, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Puluhan warga Dusun Bojongtotor, RT 1/1, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang terpaksa mengungsi setelah rumahnya mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah, pada Minggu (18/10/2020).
Berdasarkan BPBD Kabupaten Sumedang, akibat pergerakan tanah itu, ada 7 unit rumah yang mengalami retak-retak dan 26 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerbatnya dan ada juga sebagian warga yang harus tinggal di kontrakan.
Pantauan Tribun Jabar, Senin (19/10/2020), warga yang mengungsi itu tampak sibuk memindahkan alat-alat rumah tangga, seperti kursi, lemari, dan yang lainnya dengan menggunakan mobil pikap.
"Saya mau pindah kontrakan, sudah dikasih uang dari proyek (Tol Cisumdawu) Rp 1 juta untuk menyewa rumah punya orang lain," ujar warga setempat, Ipik (60) saat ditemui di rumahnya, Senin (19/10/2020).
Baca juga: BERKAH TIKTOK, Anak Kembar Terpisah 20 Tahun Bisa Ketemu, Ini Perasaannya Saat Kontak Pertama
Ia mengatakan, terpaksa mengungsi karena khawatir pergerakan tanah akibat getaran alat berat dari proyek Jalan Tol Cisumdawu itu semakin mendekat hingga menyebabkan keretakan rumahnya semakin parah.
"Itu sudah ada dampak di bawah (jalan ambles), jadi saya takut. Makanya saya mau pindah, karena rumah takut longsor," katanya.
Hal senda dikatakan warga lainnya Ano (40), bahwa ia bersama warga lainnya akan mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir peregerakan tanah dan keretakan rumahnya semakin parah.
"Kalau saya mau pindah ke rumah keluarga, kalau yang lain kemana aja yang penting tempatnya aman. Disini banyak rumahnya yang retak-retak," ucap Ano.
Sebelumnya, kedua warga setempat ini menyebutkan, pergerakan tanah tersebut setelah adanya getaran alat berat dari proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dan ditambah hujan deras hingga jalan penghubung pun ambles.
Camat Sumedang Utara, Nandang Suparman, mengatakan, untuk sementara ini warga yang rumahnya retak akibat terdampak pergerakan tanah, terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang siap menampung.
Baca juga: BARU Saja Terjadi, Dalam 20 Menit Dua Gempa Bumi Melanda Pulau Pagai Selatan, Ini Unggahan BMKG
"Untuk sementara, rumahnya tidak boleh dihuni karena khawatir (pergerakan tanah) melebar. Saya berharap warga bersabar karena Dusun Bojongtotor ini rencana sudah masuk pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan Jalan Tol (Cisumdawu)," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/akibat-pergerakan-tanah-tujuh-rumah-di-sumedang-retak-dan-jalan-penghubung-ambles.jpg)