Penanganan Virus Corona
3000 Warga Bergabung jadi Relawan Satgas Penanganan Covid-19 di Kawasan Bandung Raya
Setelah mengikuti serangkaian pelatihan selama dua pekan, mereka akan melaksanakan tugasnya sebagai relawan dalam menangani sejumlah masalah
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 3.000 orang bergabung menjadi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di kawasan Bandung Raya.
Setelah mengikuti serangkaian pelatihan selama dua pekan, mereka akan melaksanakan tugasnya sebagai relawan dalam menangani sejumlah masalah seputar Covid-19 di Bandung Raya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pelatihan dan penugasan relawan Covid-19 ini digelar oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat dan Jabar di SMKN 3 Bandung.
Baca juga: Ini Daftar Harga HP Samsung Oktober 2020, dari Samsung Galaxy S20+ BTS Edition hingga Galaxy M51
Pesertanya sendiri berasal dari masyarakat umum, baik yang mendaftar secara individu maupun tergabung dalam organisasi masyarakat.
"Ada 3.000 relawan di sini. Seperti diketaui, zona merah di Jabar sempat ada tujuh, kemudian lima, dan sekarang jadi tinggal dua. Artinya memang ada kemajuan. Kami ingin hadirkan relawan ini di zona merah. Terima kasih kepada mereka yang sudah menjadi relawan," kata Gubernur saat memantau pelatihan tersebut, Senin (19/10/2020).
Gubernur berharap selanjutnya akan dicetak para relawan untuk melakukan tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19. Sebab di Jabar, perbandingan tracing masih di angka 1:6 atau artinya enam orang yang diperiksa dari satu orang positif Covid-19. Sedangkan di DKI Jakarta perbandingannya sudah 1:8, dan WHO sudah mengarahkan untuk melakukan tracing dengan perbandingan 1:30.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan, mengatakan pelatihan serupa selanjutnya akan dilaksanakan di regional lainnya.
"Penugasan mereka fokusnya ke perubahan perilaku masyarakat, penyadaran bahaya, dan dalam mencegah serta menanggulangi Covid-19. Mereka dari anggota organisasi masyarakat, organisasi kerelawanan, dan individu," katanya.
Baca juga: Gudang Peralatan Tambak Udang di Kapetakan Cirebon Terbakar
Para relawan ini, ujar Dani, dilatih mengenai kemampuan komunikasi sosial untuk sosialisasi, kerelawanan, masalah protokol kesehatan, sampai ketahanan pangan dan ekonomi.
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 50 juta orang, katanya, dibutuhkan lebih banyak relawan untuk mengedukasi dan mengatasi permasalahan Covid-19 di masyarakat.
Seorang relawan asal Ujungberung, Kota Bandung, Ruhiyat (23), mengatakan dirinya terpanggil untuk bergabung menjadi relawan karena merasa jengah dengan banyaknya hoaks mengenai Covid-19. Dirinya pun ingin mengedukasi dirinya dan masyarakat untuk bisa mengatasi Covid-19.
"Kerelawanan kita sedang dibutuhkan untuk memnatu tugas pemerintah dalam membantu masyarakat. Saya mendaftar langsung sendiri, setelah ada pengumuman di media massa," kata pemuda yang baru saja terkena PHK dari sebuah pabrik otomotif di Purwakarta tersebut.
Ruhiyat berharap dapat ditugaskan menjadi relawan di sektor komunikasi masyarakat menjadi fasilitator ataupun logistik, mengingat dirinya tidak memiliki kemampuan medis.
Baca juga: Tip Agar Tarikannya Lebih Responsif Saat Beli Motor Bekas Honda Vario Techno 125
Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/3000-orang-bergabung-menjadi-relawan-satuan-tugas-penanganan-covid.jpg)