Breaking News:

Covid 19 di Jabar

Warga Harus Tetap Waspada Meski Angka Kesembuhan Covid 19 di Jabar Terus Bertambah

Angka kesembuhan Covid 19 di Jabar terus bertambah seiring nihilnya penambahan kasus kematian. Namun, penularan masih terjadi, warga harus waspada

Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
Istimewa
Jajaran Polsek Compreng Polres Subang melaksanakan Hunting Operasi Yustisi Gaktiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Serentak, Sabtu (10/10/2020). 

TRIBUN.ID, BANDUNG - Penanganan penyebaran Covid 19 di Jawa Barat terus mencapai hasil yang menggembirakan. Sekalipun penularan virus ini masih terjadi, angka kesembuhan Covid 19 di Jabar juga terus bertambah. Di sisi lain, penambahan kasus kematian Covid 19 di Jabar juga berhasil ditekan hingga titik terendah.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Jawa Barat (Pikobar), Jumat (16/10/2020) melaporkan, sebanyak 19.484 pasien corona di Jabar sudah dinyatakan sembuh, atau bertambah 387 orang dalam 24 jam. Jumlah kasus kematian masih seperti hari sebelumnya, yakni 559 kasus.

Namun, nihilnya angka kematian dan terus bertambahnya angka kesembuhan ini, tetap harus disikapi dengan kewaspadaan, mengingat jumlah warga yang terdeteksi positif Covid 19 juga masih bertambah.

Pikobar mencatat, total kasus positif Covid 19 di Jabar hingga Jumat (16/10/2020) sudah mencapai 29.543 kasus, atau bertambah 424 kasus dari hari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa penularan masih terjadi. Di sisi lain, vaksin yang terbukti ampuh mengatasi corona belum berhasil ditemukan, sehingga satu-satunya upaya untuk menekan laju penularannya hanyalah dengan disiplin menerapkan protokol 3 M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19, Prof Wiku Adisasmito, dalam siaran digitalnya, Jukat (16/10/2020) mengatakan adaptasi perubahan perilaku ini memang tidak mudah. "Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antar elemen masyarakat dalam upaya pengendalian Covid 19, termasuk dalam program vaksinasi yang akan kita hadapi," ujarnya.

Baca juga: Vaksin Covid-19 dari China Aman dan Halal? MUI Kirim Orang ke China, Baru Sampai Langsung Diisolasi

Wiku juga meminta masyarakat untuk cerdas dan selektif dalam menerima informasi, sebelum mempercayai dan membagikan kembali informasi tersebut kepada orang lain, termasuk lewat media sosial.

"Jadi, kami mohon agar masyarakat betul-betul memahami kondisi pandemi Covid 19, sambil mengubah perilaku, memastikan kita bisa bertahan dan menunggu program vaksinasi, sehingga kita bisa terlindungi dengan berbagai cara," ujar Wiku. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved