Saksi dari BPN di Persidangan Sebut Lahan 130 Ribu M2 di Kiaracondong Milik Pemkot Bandung

Saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung dihadirkan di persidangan kasus dugaan

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -‎ Saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung dihadirkan di persidangan kasus dugaan pemalsuan surat tanah seluas 130 ribu meter persegi di Kecamatan Kiaracondong‎, dengan terdakwa Lukmanul Hakim dan Ary Hidayat, di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (14/10/2020).

Saksi dari BPN Kota Bandung yakni Didin Syarifudin. ia menjelaskan, sejak 1918 tanah yang menjadi objek sengketa itu telah dikuasi oleh Gemeente Bandung atau Pemerintahan Bandung yang kini disebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Tanah tersebut faktanya telah dikuasai Pemkot Bandung sejak jaman Belanda. Dibuktikan dengan surat kepemilikan eigendom verponding," ucap Didin di persidangan.

Baca juga: Hari Santri Nasional 2020, Kirim 17 Ucapan Selamat Hari Santri Nasional ini, Pasang di Media Sosial

Kemudian pada tahun 1992 Pemkot Bandung mengajukan surat sertfikat kekemilikan tanah kepada Kantor BPN Kota Bandung.

"‎Dengan sertifikat hak pengelolaan Nomor 5 dan nomor 6 Kebon Waru atas nama Pemda Tingkat II Bandung," ucapnya.

Menurut dakwaan jaksa, terdakwa bekerja sama dengan Ari MS Hidayat Faber, terdakwa dalam berkas perkara dan penuntutan terpisah, yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak, perikatan atau pembebasan hutang.

Atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada suatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat yang dilakukan mereka pada sekira awal tahun 2014 hingga 16 Oktober 2018 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu antara tahun 2014 hingga tahun 2018‎.

Baca juga: Berbeda 180 Derajat, Lionel Messi Kini Bahagia di Argentina Tapi Tersiksa di Barcelona

Jaksa mendakwa keduanya telah melakukan pemalsuan surat sebagaimana diatur di Pasal 264 ayat 1 KUH Pidana Juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Dalam surat dakwaan terungkap, terdakwa Ary Hidayat mengaku sebagai ahli waris. Sedangkan terdakwa Lukmanul Hakim bertindak sebagai kuasa ahli waris. Kakek berusia 71 tahun itu ditunjuk Ary untuk mengurus surat kepemilikan tanah oleh terdakwa Ary Hidayat selaku ahli waris keturunan Gerald Tugo Faber.

Kedua terdakwa rupanya berasal dari luar Bandung. Ary Hidayat adalah warga Cianjur. Sedangkan Loekmanul Hakim, warga Tangerang Selatan. Keduanya sempat ditahan namun akhirnya dikeluarkan karena penangguhan penahanan yang diajukan kuasa hukum terdakwa.

Kedua terdakwa sempat mendekam di tahanan, namun majelis hakim memutuskan untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan penasehat hukum terdakwa.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Bandung Bambang Suhari saat diwawancarai pada 31 Agustus mengatakan, pihaknya akan mempertahankan lahan di Kiaracondong yang diklaim oleh dua orang warga.

"Pemkot Bandung sangat mendukung upaya penegakan hukum kasus dugaan pemalsuan Verponding atas lahan di Kiaracondong," ujar Bambang di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved