Porang, Tanaman yang Kini Banyak Dicari, Tumbuh Subur di Cianjur
Baru-baru ini tanaman Porang, atau jenis umbi-umbian cukup populer dan mulai banyak dicari masyarakat.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Baru-baru ini tanaman Porang, atau jenis umbi-umbian cukup populer dan mulai banyak dicari masyarakat.
Bagi siapapun, tumbuhan umbi-umbian khas tropis ini cukup potensial untuk dibudidayakan dan dijadikan bisnis.
Tanaman porang dapat ditanam di tengah-tengah tanaman kayu-kayuan seperti jati, sengon hingga mahoni.
Porang atau yang dikenal juga iles-iles merupakan tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.
Baca juga: Lesti Kejora Minta Restu, Kakak Bicara Jujur soal Rizky Billar, Tak Mau Adik Buru-buru Nikah
Tak sedikit manfaat yang didapatkan dari tanaman porang, seperti banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air.
Tumbuhan umbi khas tropis yang dulu dianggap sebagai hama, kini menjadi incaran para pengusaha di sektor pertanian. Pasalnya, tumbuhan ini menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.
Di pasar ekspor, porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan.
Petani Porang asal Kampung Pandanjaya Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah H Yandi Sopiandi mengatakan, sejak tahun 2019 lalu dirinya mencoba bercocok tanam jenis Porang di lahan kurang lebih 1 hektare.
"Awalnya saya mendengar dari teman, bahwa tanaman Porang atau istilah orang Sunda sejenis tanaman liat Gadung kini mulai laku dipasaran bahkan harganya pun cukup fantastis," kata Yandi saat ditemui di lokasi penanaman Porang di Kampung Pandanjaya, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kamis (15/10/2020).
Baca juga: Arsene Wenger Blak-blakan Pernah Ajukan Tawaran Menggelikan Guna Rekrut Luis Suarez dari Liverpool
Yandi mengatakan, sejak satu tahun terakhir dirinya sudah pernah memanen tanaman Porang tersebut.
Dalam satu tahun, tanaman Porang di wilayahnya hanya satu kali panen karena tergantung dari kondisi wilayahnya. Tapi jika kondisi tanahnya subur, bisa jadi dalam satu tahun ini bisa dia kali panen," katanya.
Menurutnya, dari awal penanaman hingga masa panen bisa memakan waktu 6 hingga 7 bulan dengan bobot umbi Porang nya kisaran 8 ons hingga 2 kilo gram.
"Untuk pemasaran bisa langsung ke daerah Jawa, atau di Bogor pun saat mulai ada yang menerimanya," ungkapnya.
Ia mengatakan, teknik penanaman Porang ini terbilang mudah karena sifatnya hanya mengandalkan air yang cukup dan tentunya pupuk organik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/porang-tanaman-yang-kini-banyak-dicari-tumbuh-subur-di-cianjur.jpg)