Pemprov Jabar Terus Kaji BRT Bandung Raya, Rencananya Beroperasi 2023
Pengembangan BRT akan diusulkan menggunakan layanan direct service agar lebih fleksibel dan memiliki cakupan lebih luas
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Bappeda Jabar, Taufiq BS, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat tawaran program Buy The Service (BTS) dari Kementerian Perhubungan RI. Program BTS adalah bagian dari pengembangan koridor BRT (Bus Rapid Transport) di Kawasan Metropolitan Bandung Raya, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2020.
“Program BTS mensubsidi 100 persen biaya operasional kendaraan yang diperlukan untuk melaksanakan standar pelayanan minimal layanan angkutan massal perkotaan,” katanya melalui ponsel, Selasa (13/10).
Taufiq mengatakan berdasarkan informasi pihak advisor dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), BRT ini direncanakan mulai beroperasi pada awal 2023. GIZ sendiri adalah perusahaan internasional milik Pemerintah Jerman yang melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan RI.
Baca juga: Pakar Hukum Ini Sebut Komunikasi Pemerintah Tentang UU Cipta Kerja Kurang Baik
Pengembangan BRT, katanya, akan diusulkan menggunakan layanan direct service agar lebih fleksibel dan memiliki cakupan lebih luas, sehingga penumpang tidak akan dipaksa untuk berpindah-pindah moda transportasi untuk mencapai tujuannya.
Taufiq mengatakan pengembangan BRT merupakan upaya yang tidak sederhana dan tidak mudah. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan angkutan massal yang ramah lingkungan ini.
“Butuh kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, agar masyarakat bisa mengakses transportasi dengan harga murah dan waktu yang lebih terukur. Ini awal, niat kita harus sama untuk memperlancar pengembangan angkutan masal yang ramah lingkungan. Upaya ini harus didukung dan diwujudkan bersama,” tuturnya.
Saat ini, katanya, pihak Kementerian Perhubungan RI, GIZ, dan pemerintah daerah tengah mengkaji koridor yang akan didanai oleh program BTS. Sementara di tahun ini, program BTS sudah berjalan di Palembang, Denpasar, Surakarta, kemudian menyusul Yogyakarta dan Medan.
Baca juga: Penanganan Covid-19 & Pengendalian Ekonomi Indonesia Makin Baik, 30 Juta Vaksin Disiapkan Tahun Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bus-damri-di-terminal-harjamukti-bijb-kertajati-472019.jpg)