Libur Panjang Dikhawatirkan Jadi Klaster Baru Penyebaran, Jokowi Minta Disiapkan Langkah Antisipasi

Termasuk, soal kebijakan dalam menghadapi libur panjang yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Editor: Ravianto
Humas Pemprov Jabar
Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat memberikan keterangan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya sebuah data dalam menentukan sebuah kebijakan terkait Covid-19.

Termasuk, soal kebijakan dalam menghadapi libur panjang yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Hal itu disampaikan Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui virtual, Senin (12/10/2020).

"Bapak Presiden selalu menekan pentingnya data bagi kita semua dalam membuat kebijakan. Termasuk juga bapak Presiden mengingatkan libur panjang yang menimbulkan klaster baru," kata Doni Monardo.

Lebih lanjut, Doni mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan instruksi agar segera disiapkan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi libur panjang.

Sehingga, Satgas Penanganan Covid-19 telah siap dalam mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat.

"Bapak presiden, tadi mengatakan beberapa waktu sebelum ada libur panjang harus saling mengingatkan sehingga kita semuanya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak terjadi tambahan kasus pada saat liburan," jelasnya.

Instruksi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia.

Untuk itu, Presiden Jokowi menginstruksikan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menekan angka kematian.

Satu arahan yang disampaikan Presiden Jokowi yakni pasien Covid-19 jangan terlambat dalam penanganan di rumah sakit (RS).

Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui virtual, Senin (12/10/2020).

"Angka kematian memang masih relatif tinggi, karena berada di atas angka kematian global. Nah inilah tugas kita bersama," ucap Doni.

"Tadi Presiden mengingatkan agar pasien jangan sampai terlanjur parah sehingga baru dapat perawatan," tambahnya.

Menurut Doni, upaya yang harus dilakukan yakni dengan memberikan penanganan secara maksimal.

Meski, pasien dalam gejala ringan saat menjalani isolasi.

"Dengan demikian pada kasus-kasus yang masih menunjukkan gejala ringan ini yang harus segera dilakukan upaya untuk pengobatan," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan terus bekerja keras untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved