Breaking News

Persib Bandung

BERITA PERSIB TERKINI, Robert Bingung Liga 1 Dilarang Tapi Demo Boleh, hingga Tim Inti Persib Kalah 

Pelatih Persib Bandung menyesalkan soal batalnya 1 Oktober 2020 sebagai kick off lanjutan Liga 1 2020, hingga terungkap pertanyaan soal alasan polisi

Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Deni Denaswara
PEMANASAN : Pemain Persib Bandung berlari saat melakukan pemanasan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (11/8/2020). Pelatih Robert Rene Albert kembali memimpin latihan setelah libur akibat pandemi Covid-19 beberapa bulan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung masih menyesalkan soal batalnya tanggal 1 Oktober 2020 sebagai kick off lanjutan Liga 1 2020, hingga terungkap pertanyaan soal alasan polisi melarang sementara aksi demostrasi bisa dilaksanakan.

Tak hanya itu dalam berita Persib di akhir pekan kemarin juga muncul kabar mengagetkan, yakni tim inti Persib kalah.

Berikut adalah cuplikan berita Persib terkait Robet Alberts dan Liga 1 2020, serta soal Persib kalah.

Pertanyakan Alasan Polisi

Keputusan pihak kepolisian tak mengizinkan Liga 1 2020 bergulir lagi mulai 1 Oktober, membingungkan Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.

 Dia pun mempertanyakan aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang mendapat izin kepolisian. Padahal demonstrasi itu menyedot ribuan orang di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Secara pribadi saya sangat kebingungan, liga basket juga dihentikan meski penontonnya sedikit dan kurang pemberitaan untuk liganya. Tapi demonstrasi diizinkan oleh polisi, demonstrasi dibolehkan di Indonesia padahal ada ribuan orang yang datang bersamaan," ujar Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (10/10/2020).

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menjelaskan pemain akhirnya menerima tentang pemotongan gaji setelah mendengarkan penjelasan manajemen, Rabu (29/7/2020).
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menjelaskan pemain akhirnya menerima tentang pemotongan gaji setelah mendengarkan penjelasan manajemen, Rabu (29/7/2020). (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)

Arsitek tim asal Belanda ini membandingkan dengan pertandingan Liga 1 yang akan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Termasuk dilarangnya penonton hadir di stadion pada saat pertandingan.

"Sedangkan sepak bola yang dimainkan tanpa penonton di stadion tidak diizinkan, jadi adakah orang yang bisa menjelaskan logika di balik semua ini karena saya sangat kebingungan, begitu pula pemain," katanya.

PSSI yang berencana untuk menggelar Liga 1 pada November mendatang pun diakui Robert bukan jaminan pihaknya menjadi tenang karena kejadian ditundanya kompetisi dua hari sebelum mulai sudah terjadi.

Dia meragukan konsistensi para pengambil keputusan lantaran kejadian pembatalan dua hari sebelum laga dimulai benar-benar membuat mental para pemain jatuh.

Maka dari itu, Robert Alberts, meminta kepada pihak yang mengambil kebijakan untuk tegas dan konsisten terhadap kelanjutan kompetisi.

Jika memang ingin dilanjutkan, Robert Alberts meminta agar dikatakan secara tegas dan dipersiapkan dengan baik.

Namun jika tidak, agar diberitahu klub dan masyarakat bahwa kompetisi Liga 1 tahun ini ditiadakan.

"Kembali ke konsistensi, kami butuh konsistensi di sini. Lebih baik bicara saja, oke kompetisi dihentikan dan mari berpikir untuk musim 2021. Jika terus bimbang ya atau tidak, apa yang harus dilakukan. Itu hanya akan membingungkan semua orang," ujar Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (10/10/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved