Penanganan Covid19
TERUNGKAP, Penyesalan dan Penderitaan Terbesar Para Pasien Covid-19, IDI: Itu Nyata dan Menyiksa
Penyesalan pasien Covid-19 dibeberkan Eka Ginanjar dari PB IDI. Sebagian besar pasien mengaku menyesal tidak mematuhi protokol kesehatan.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penyesalan pasien Covid-19 umumnya karena merasa tidak mematuhi protokol kesehatan, sehingga akhirnya terjangkit penyakit itu.
Hal ini diungkapkan Eka Ginanjar, Ketua Tim Pedoman & Protokol dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Eka Ginanjar.
Eka mengatakan, sebagian besar pasien Covid-19 itu juga mengaku baru menyadari bahwa Covid-19 itu nyata dan menyiksa tubuh.
"Sebagian besar pasien Covid-19 yang ditangani para dokter merasa menyesal tidak mematuhi protokol kesehatan setelah terkena penyakit itu," ujar Eka dalam siaran pers PB IDI yang diterima Kompas.com, Jumat (9/10/2020).
"Dan mereka merasakan betul bahwa Covid-19 itu nyata dan menyiksa tubuh. Oleh karena itu, cegahlah diri anda dari penularan dan cegahlah diri Anda juga untuk menjadi sumber penularan," ucap Eka.
• Inter Milan Krisis Pemain Jelang Lawan Milan, Lima Pemainnya Positif Covid-19, Termasuk Nainggolan
• Cegah Covid-19 di SPBU, Pertamina Ajak Pelanggan Patuhi Protokol Kesehatan
• Klaster Keluarga Muncul di Indramayu, 4 Orang Terpapar Corona, Ada Mahasiswa & Anak Berusia 5 Tahun
Oleh karena itu, Eka mengingatkan bahwa sampai vaksin Covid-19 selesai diuji coba dan terbukti efektif serta aman digunakan, tidak ada vaksin yang lebih baik daripada protokol kesehatan.
Adapun protokol kesehatan itu yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak (3M).
"Walaupun sulit dan banyak masyarakat belum terbiasa, namun langkah 3M ini adalah cara yang paling efektif hingga saat ini dalam mencegah penularan," ucap Eka.
Meski demikian, Eka juga mengingatkan, apabila menggunakan masker kain (non-medis), sebaiknya dicuci setelah beraktivitas dan diganti dengan masker baru yang bersih dalam aktivitas berikutnya.
Sementara itu, apabila menggunakan masker medis seperti masker bedah, N95 dan KN95, sebaiknya masker dibuang di tempat sampah dalam keadaan tidak utuh untuk mencegah didaur ulang.
• Diminta Tanyakan ke Ketum Gerindra Mengapa Dukung UU Cipta Kerja, Dahnil Kabarkan Kesehatan Prabowo
• Dulu Sandiaga Uno Pernah Ungkap Kekhawatirannya Soal Omnibus Law, Kini Netizen Serbu Medsos Sandi
"Kami menyadari ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan masker dalam beraktivitas. Namun, bahwa disiplin 3M bukan hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tapi juga keluarga dan orang di sekitar," ujar dia.
"Terutama saat ini yang paling diwaspadai adalah orang tanpa gejala yang bisa saja merasa sehat dan terus beraktifitas dengan mengabaikan protokol kesehatan," kata Eka.
Penularan virus corona masih terus terjadi di masyarakat hingga hari ini, Kamis (8/10/2020).
Data pemerintah memperlihatkan bahwa belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 segera berakhir. Sebab, masih ada penambahan kasus Covid-19 dalam jumlah tinggi, di atas 4.000 orang.
Berdasarkan data hingga Kamis ini pukul 12.00 WIB, ada 4.850 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor penambahan pasien Covid-19 dalam sehari sejak awal pandemi berlangsung.
Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini berjumlah 320.564 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul IDI: Sebagian Besar Pasien Covid-19 Merasa Menyesal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/korsel-corona.jpg)