Bioskop di Kota Bandung Buka Pertama Hari Ini, Apa Kata Pengamat Kebijakan Publik UPI?
Sejumlah warga mulai berdatangan, seperti di bioskop CGV di Kings Mal, Jalan Kepatihan, Kota Bandung.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bioskop di Kota Bandung mulai beroperasi, Jumat (9/10/2020) ini.
Sejumlah warga mulai berdatangan, seperti di bioskop CGV di Kings Mal, Jalan Kepatihan, Kota Bandung.
Pengamat kebijakan publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan menyarankan agar Pemkot Bandung mengevaluasi kebijakan soal pemberian izin operasional bioskop.
• BREAKING NEWS: Bioskop di Kota Bandung Sudah Buka, Ini Kata Penonton Setelah 7 Bulan Tidak Menonton
• Hari Pertama Dibuka, Bioskop CGV di Kings Mall Kota Bandung Sepi Penonton
• VIDEO-9 Bioskop di Kota Bandung Mulai Dibuka, Ini Penjelasan Kadisbudpar Kenny Dewi Kaniasari
Apalagi, saat ini, Kota Bandung kembali masuk dalam zona merah atau tingkat kewaspadaan tinggi penyebaran virus corona.
"Seharusnya sebelum memberikan izin, Pemkot melakukan evaluasi dulu dari kebijakan sebelumnya. Nah, hasil evaluasi itu nanti dibahas bersama Gugus Tugas Covid-19, kemudian baru memutuskan," ujar Cecep, saat dihubungi, Jumat (9/10/2020).
Menurut Cecep, di tengah pandemi seperti ini pemerintah Kota Bandung harusnya lebih fokus pada penanganan dan kesehatan warganya, jangan hanya mementingkan aspek bisnis semata.
"Harus dengan berbagai pertimbangan, bukan hanya bisnis, tapi aspek kesehatan. Intinya harus hati-hati, jangan terburu-buru merespons sesuatu tanpa ada evaluasi kebijakan ini," katanya.
Menurutnya, dengan mengevaluasi setiap kebijakan akan terlihat area risiko yang bakal dihadapi ke depannya.
Artinya, ucapnya, lebih baik melakukan pencegahan dari awal.
"Lebih baik mencegah dulu, daripada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi terlepas dari itu, lebih baik evaluasi dulu, sejauh mana trennya sejauh mana kondisinya baru menyatakan boleh atau tidak," ujar Cecep, sekjen Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara, ini.
Dalam mengevaluasi setiap kebijakan itu, pemerintah harus melibatkan berbagai pihak seperti DPRD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompda), serta unsur perguruan tinggi, bahkan para tokoh masyarakat.
"Dan evaluasinya harus melibatkan berbagai unsur, bukan hanya pelaku usaha. Sekolah saja sekarang belum dibuka, masih melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ)," katanya.
Sebelumnya Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana telah sepakat dengan para pengusaha tempat hiburan untuk tutup kembali jika Bandung masuk zona merah.
"Harusnya mengikut perkembangan, kalau merah ya bersabar dan jangan ada yang buka dulu, konsisten dan taati regulasi. Memang ekonomi dan usaha harus berkembang, tapi harus berimbang dengn kesehatan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/prof-cecep-darmawan.jpg)