Minggu, 3 Mei 2026

Menaker Ida Fauziyah Tulis Surat Terbuka Mengenai UU Cipta Kerja, Isinya Bisa Diunduh di Sini

Gelombang demonstrasi buruh terus berdatangan setelah RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang.

Tayang:
Editor: Giri
Tribun Jabar/Syarif Abdussalam
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jabar, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Gelombang demonstrasi buruh terus berdatangan setelah RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang. Buruh dianggap menjadi pihak yang tak diuntungkan di dalam undang-undang yang masuk omnibus law itu.

Maraknya buruh menolak UU Cipta Kerja ditanggapi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah.

Diketahui, Ida Fauziyah menulis surat terbuka untuk buruh yang melakukan mogok kerja dampak penetapan UU Cipta Kerja.

Untuk diketahui, mogok kerja nasional yang dilakukan buruh dimulai Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020).

Ia pun mengatakan jika aspirasi para buruh sudah disertakan menjadi bagian dari RUU Cipta Kerja, yang kemudian disahkan oleh DPR menjadi UU.

"Sejak awal 2020, kita telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal."

"Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah Kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini."

"Pada saat yang sama, kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan," tulis Ida dalam surat terbuka tersebut.

Lanjut Ida, ia mengaku jika sudah berupaya untuk mencari titik keseimbangan dalam RUU Cipta Kerja tersebut.

Keseimbangan yang dimaksud Ida ini, yaitu antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur.

"Saya berupaya mencari titik keseimbangan."

tribunnews
Rombongan buruh melakukan unjuk rasa di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Selasa (6/10/2020). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan," sebut Ida.

Meski tidak mudah, kata Ida, dirinya memperjuangkan hal tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dengan tegas, Ida mengatakan jika hatinya berrsama para pekerja dan orang-orang yang masih menganggur.

Meskipun, lanjut Ida, para pekerja dan pengangguran merasa kecewa atau belum puas dengan disahkannya UU Cipta Kerja.

tribunnews
Ribuan buruh di Sumedang sudah memadati ruas Jalan Bandung-Garut. Mereka hendak menggelar unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja yang sudah disahkan. (hilman kamaludin/tribun jabar)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved