Najwa Shihab Tak Diam, Akhirnya Dia Buka Suara, Jelaskan Maksud Kursi Kosong di Acara Mata Najwa
Akhirnya Najwa Shihab buka suara terkait tayangan kursi kosong di program acara Mata Najwa.
Penulis: Widia Lestari | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID - Akhirnya Najwa Shihab buka suara terkait tayangan kursi kosong di program acara Mata Najwa.
Rupanya, Najwa Shihab tak diam saja ketika namanya ramai diperbincangkan karena dilaporkan setelah menayangkan wawancara kursi kosong.
Kini, Najwa Shihab mengunggah foto tangkapan layar berita tentang polisi menolak laporan terhadapnya terkait tayangan kursi kosong.
Melalui Instagram, Najwa Shihab menyatakan, baru mengetahui ada pelaporan terhadapnya dari teman-teman awak media.
Ia mengaku tak tahu dasar pelaporan dan pasal yang dituduhkan. Namun, Najwa sudah tahu laporan tersebut ditolak polisi dan diminta dibawa ke Dewan Pers.
Ia mengaku siap jika harus menjalani pemeriksaan terkait hal tersebut.
• Foto Jadul Najwa Shihab, Lucu di Masa Kecil, Cantik Pakai Seragam Sekolah, Ada yang Lagi Ospek
• Ini Ibu Najwa Shihab dan Saudaranya yang Jarang Terekspos, Cantik-cantik Semua, Elegan dan Keibuan
Kemudian, host Mata Najwa ini juga memaparkan maksud dan arti dari tayangan kursi kosong di program yang dibawakannya.
Menurutnya, di Indonesia baru pertama kali dilakukan, tetapi di luar negeri gaya seperti itu sudah sempat beberapa kali di lakukan.
Berikut ini penjelasan Najwa Shihab yang diunggah di akun Instagram, Selasa (6/10/2020).
"Saya baru mengetahui soal pelaporan ini dari teman-teman media. Saya belum tahu persis apa dasar pelaporan termasuk pasal yang dituduhkan.
Saya dengar pihak Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut dan meminta pelapor membawa persoalan ini ke Dewan Pers.
Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu.
Tayangan kursi kosong diniatkan mengundang pejabat publik menjelaskan kebijakan-kebijakannya terkait penanganan pandemi.
Penjelasan itu tidak harus di Mata Najwa, bisa di mana pun. Namun, kemunculan Menteri Kesehatan memang minim dari pers sejak pandemi kian meningkat, bukan hanya di Mata Najwa saja.

Dan dari waktu ke waktu, makin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Manteri Kesehatan dalam soal penanganan pandemi.