Kamis, 16 April 2026

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Gelombang Penolakan UU Cipta Kerja Terus Mengalir, Menaker Tulis Surat Terbuka: Bacalah Secara Utuh

Menaker Ida Fauziyah menuliskan surat terbuka bagi para Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang masih menolak RUU Omnibus Law Ciptaker

job4/Fakhri Fadlurrohman
Aksi demo buruh PT Kahatex Cijerah menolak UU Cipta Kerja di kawasan Pabrik Kahatex, Jalan Cigondewah Kaler, Kota Cimahi, Selasa (6/10/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) resmi disahkan DPR RI, Senin (5/10/2020).

Resminya UU Cipta Kerja tersebut memunculkan gelombang penolakan besar-besaran di berbagai daerah di Indonesia.

Suara penolakan pun datang dari berbagai kalangan, bukan hanya serikat pekerja/serikat buruh saja, tetapi juga mahasiswa.

Dilansir dari Tribunjogja.com, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menuliskan surat terbuka bagi para Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang masih menolak RUU Omnibus Law Ciptaker dan berencana menggelar aksi mogok nasional pada Selasa (5/10/2020).

Berikut pesan Menaker terhadap Serikat Pekerja/Serikat Buruh:

Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh,

Sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.

Aspirasi kalian sudah Kami dengar, sudah Kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini.

Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan.

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Muncul Klaster Pendidikan Agama Baru di Kota Tasikmalaya

Saya berupaya mencari titik keseimbangan. Antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.

Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya.

Saya paham ada di antara teman-teman yang kecewa atau belum puas.

Saya menerima dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur.

Terkait rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi Covid masih tinggi, masih belum ada vaksinnya.

Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.  RUU Cipta Kerja ini. Banyak sekali aspirasi teman-teman yang kami akomodir.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved