Minggu, 19 April 2026

Ironis, Rumah Tak Layak Huni Ini Tak Dapat Bansos, Padahal Rumah Bagus yang Mengelilinginya Dapat

Berbeda dengan rumah milik Kardilah. Walau terlihat tidak layak huni dan hidup berkesusahan, ia sama sekali tidak pernah mendapat bantuan apapun.

Editor: Ravianto
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Kardilah seorang duda yang tinggal di rumah gubuk menyerupai gudang di Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jumat (2/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tinggal di sebuah rumah tak layak huni yang menyerupai sebuah gudang di Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu tidak membuat Kardilah (60) berkecil hati.

Ironisnya rumah milik Kardilah justru dikeliling sejumlah rumah-rumah bagus.

Rumah tersebut bahkan masuk dalam daftar warga yang menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Hal ini terlihat dari label "Keluarga Pra Sejahtera Penerima Bantuan Sembako" yang tertempel pada dinding depan rumah mereka.

 Berbahaya Bagi Kesehatan, Stop Kebiasaan Minum Air Putih Sisa Semalam, Ini Alasannya

Berbeda dengan rumah milik Kardilah. Walau terlihat tidak layak huni dan hidup berkesusahan, ia sama sekali tidak pernah mendapat bantuan apapun.

Kardilah menyampaikan, salah satu rumah berlabel Keluarga Pra Sejahtera itu bahkan diketahui adalah kediaman RT setempat. Rumahnya, tepat berada di depan rumah Kardilah.

"Banyak yang dapat bantuan, seperti dana sekolah, bansos Covid-19, pada dapat semua kalau saya tidak. Di depan rumah juga itu rumah Pak RT, dia juga dapat bantuan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya, Jumat (2/10/2020).

Kardilah menceritakan, alasannya tidak mendapat bantuan walau sudah tinggal di rumah gubuk tersebut selama puluhan tahun karena terkendala data kependudukan.

 Pertamina dan Pegadaian Bikin Program Kolaborasi Nabung Sampah dapat Emas

Ia tercatat merupakan warga Desa Tegalwirangrong saat masih berkeluarga dahulu, sekarang ia sudah pindah ke Desa Lemahayu dan menetap sejak 15 tahun lalu.

Kardilah sendiri diketahui tinggal di rumah itu seorang diri. Selain itu, ia tidak memiliki penghasilan tetap.

Pekerjaannya yang hanya seorang buruh tani itu pula yang membuatnya ditinggalkan istri dan anaknya.

"Kalau saya sih dikasih bantuan ya diterima, enggak ya gak papa," ujar dia.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Dan Jaminan Sosisal Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu, Boy Billy Prima mengatakan, persoalan keluarga miskin namun tidak tercover pemerintah memang sering terjadi.

Alasannya, karena warga yang bersangkutan tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) maupun E-KTP.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved