Breaking News:

Ingin Beli Sepeda Motor Bekas? Waspada Trik Ini, Sering Dipakai Pedagang agar Mesin Terkesan Mulus

Konsumen baru mulai merasakan mesin kurang oke ketika sudah dipakai beberapa lama.

Istimewa
Mekanik sepeda motor Honda sedang melakukan servis sepeda motor milik Konsumen 

TRIBUNJABAR.ID - Di tenga Pandemi Covid-19, motor bekas menjadi pilihan yang cukup populer untuk masyarakat yang membutuhkan kendaraan.

Namun, untuk memilih sepeda motor bekas, pembeli harus lebih teliti, karena kadang dapat barang bagus, namun tak jarang juga kondisi bahan sehingga butuh sentuhan khusus.

Pedagang sepeda motor bekas pun punya kriteria khusus saat memilih motor untuk dijual kembali.

Berlabuh di Palabuhanratu, 3 ABK Pengangkut Batubara Positif Covid-19, Dijemput Gugus Tugas

Dilansir dari Kompas.com, trik yang paling umum digunakan adalah menggunakan oli kental pada motor yang suara mesinnya kasar. Sehingga calon pembeli menganggap motornya dalam kondisi sehat. 

Konsumen baru mulai merasakan mesin kurang oke ketika sudah dipakai beberapa lama. Saat oli mulai mencair, celah di mesin kembali berisik dan baru ketahuan masalah.

Rialdy Fasha, Training and Technical Engineering Motul Indonesia, mengatakan, ada kemungkinan pedagang motor bek as melakukan memakai cara itu sebab tidak tahu sejarah kendaraan atau motor bekas yang dijual.

Sebab sejarah pemakaian oli pada motor bekas leih sulit dilacak. Tidak seperti mobil yang biasanya terdapat gantungan dari kertas yang menunjukkan jarak dan waktu penggantian.

Alhamdulillah, Mulai Besok Ibadah Umrah Sudah Dibuka, Berlangsung Selama 13 Hari, Kapan Tahap Kedua?

"Untuk menjaga kondisi kendaraan tetap aman, kemungkinan menggunakan oli yang lebih kental," katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Reduksi suara

Rialdy menjelaskan, menggunakan oli yang kental membuat mesin lebih anteng sebab pada motor tua biasanya ada bagian komponen yang longgar akibat keausan. Hal itu yang menimbulkan suara di ruang mesin.

"Salah satu fungsi oli itu untuk meredam suara mesin. Jika menggunakan oli yang lebih kental, perlindungan mesin lebih baik terhadap gesekan atau keausan," kata Rialdy.

"Fungsi oli untuk melapisi kelonggaran tersebut agar mesin tetap optimal, kompresi tetap ada pada piston dan lainnya. Tapi oli yang lebih kental pengaruhnya terhadap tenaga menjadi lebih berat," katanya.

Cuma Satu Pasutri yang Satu Kamar, Pasien Covid-19 Lain Meski Masih Keluarga Ditempatkan Terpisah

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved