Minggu, 12 April 2026

Komet Neowise Muncul 6.800 Tahun Sekali, Mitos dan Tetenger Alam Kemunculan Benda Langit

Dahulu sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan, terjadi fenomena alam seperti munculnya benda langit

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Ichsan
nasa.gov
Komet Neowise yang diambil dari wahana antariksa milik NASA. Matahari ada di sebelah kiri. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dahulu sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan, terjadi fenomena alam seperti munculnya benda langit bisa dilihat di bumi yang sering dikaitkan dengan kabar buruk, penderitaan, bencana dan hal yang tak mengenakan.

Cerita salah satu fenomena alam berupa penampakan komet yang dikaitkan dengan peristiwa besar yang terjadi di masyarakat sudah ada dari saat manusia mengamati langit.

Yatni, staff Observatorium Bosscha Lembang menjelaskan komet tidak seperti bintang yang hanya berupa titik terang, komet kategori terang dengan jelas memperlihatkan fitur ekor terang yang panjang, kenampakannya di langit dapat bertahan cukup lama, dari beberapa hari hingga pekan.

Tsunami 20 Meter, Ini Tiga Rekomendasi Mitigasi Bencana untuk Pemerintah

Hal ini, kata Yatni membuat orang-orang di banyak budaya percaya bahwa para dewa mengirimkan komet sebagai sebuah pesan atau tetenger alam.

Di beberapa tempat, orang melihat komet seperti bentuk pedang berapi, menandakan perang dan kematian.

"Mulailah orang mengkait-kaitan sesuatu yang tidak biasa yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat dengan komet. Hasil cocok-logi ini yang kemudian membawa citra buruk melekat pada komet. Tidak hanya dibumbui cerita mitos dan legenda, kemunculan komet dipandang sebagai penyebab beberapa peristiwa kelam dalam sejarah, " ujarnya kepada Tribun Jabar.

Menurutnya penjelasan tradisional ini tentu dapat dipahami karena belum berkembangnya ilmu pengetahuan, sehingga ketika dua kejadian berlangsung bersamaan, dengan mudah orang mengkaitkannya sebagai dua hal yang memiliki hubungan sebab-akibat.

"Di sains sendiri, kita mengenal dua peristiwa yang terjadi bersamaan atau berurutan dapat ditarik hubungan korelasinya namun belum tentu dua peristiwa tersebut memiliki hubungan kausalitas (satu merupakan hasil dari yang lain), " jelasnya.

Pelaku Vandalisme Musala Masih Mahasiswa, Aksinya Didasari Alasan Yakin, Terpapar dari YouTube

Yatni menambahkan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin banyak informasi tentang komet yang kita ketahui.

Dari sudut pandang ilmiah, komet merupakan benda tata surya yang berada di daerah tepian tata surya, tersusun dari debu dan es.

Saat bergerak mendekat ke matahari, debu dan es yang terpanaskan akan menghasilkan "ekor" bercahaya bila diamati dari bumi.

Beberapa bulan kebelakang, beberapa muncul komet yang bisa dilihat dengan mata telanjang seperti fenomena alam yang jarang sekali ditemui yakni sebuah komet Lemmon yang terjadi pada hari Senin (22/6/2020) dan kemunculan Komet Neowise yang hanya terjadi 6800 tahun sekali yang terjadi pada tanggal 19-26 Juli. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved