Rabu, 29 April 2026

Virus Corona di Jabar

Reagen Tes Swab Tinggal 5.000 Unit Lagi, Jabar akan Gandeng Laboratorium Swasta

Reagen untuk pengujian swab test Covid-19 metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Jawa Barat bersisa tinggal 5.000 unit lagi.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung Sate menjalani tes usap atau tes swab Covid-19, Senin (27/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Reagen untuk pengujian swab test Covid-19 metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Jawa Barat bersisa tinggal 5.000 unit lagi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun meminta kembali penambahan pasokan reagen kepada pemerintah pusat.

"Tes PCR mingguan kita mengalami penurunan, yang tadinya kita sudah bisa mencapai 50.000 tes PCR, per minggu ini menurun karena jumlah persediaan reagen PCR kita sedang menurun ya, minggu ini tinggal 5.000 lagi kalau tidak salah," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Senin (28/9/2020).

20 Warga Pohat Kecamatan Rancah Ciamis Jalani Tes Swab, Ini Alasannya

VIDEO-5 Orang dari Satu Keluarga Dijemput Babinsa Cibadak untuk Tes Swab, Seorang Positif Covid-19

Sesuai prosedur, katanya, Pemprov Jabar akan meminta pemerintah pusat untuk mendatangkan kembali 250.000 reagen PCR ke Jawa Barat.

Selanjutnya, untuk menambah kapasitas, pengetesan PCR ini akan menggandeng laboratorium swasta.

"50.000 (PCR) kita kelola, 200.000-nya akan digunakan metode baru, yaitu mengajak pihak swasta. Karena kapasitas total laboratorium kita sudah mentok sehingga untuk meningkatkan kapasitas testing itu harus dengan melibatkan perusahaan swasta," katanya.

Jika pun pihak swasta membantu pengetesan PCR, harganya akan sesuai dengan peraturan pemerintah, sesuai dengan aturan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dengan demikian, harganya pun tidak akan terlalu mahal.

"Tes PCR di Jawa Barat secara akumulatif itu kedua terbanyak jumlahnya di Indonesia, sudah 383.000," katanya.

Mengenai pengetesan PCR ini, Gubernur mengapresiasi tujuh daerah di Jawa Barat yang pengetesan PCR-nya sudah melewati batas 1 persen dari jumlah penduduk, atau sudah sesuai standar WHO.

"Paling tinggi adalah Kota Bandung, kedua Kota Cimahi, keriga adalah Kota Sukabumi, kemudian Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Cirebon. Jadi kita sedang melakukan upaya agar dua puluh kota kabupaten lainnya yang belum memenuhi target 1 persen dari jumlah penduduk untuk meningkatkan kapasitas tes," katanya.

Dengan semakin gencarnya pengetesan ini, tingkat kematian pasien Covid-19 di Jabar semakin turun. Pada dua minggu lalu masih di angka 2,4 persen dan sekarang di angka 1,8 persen.

Angka kesembuhan juga makin baik walaupun belum memuaskan. Jika dua minggu lalu hanya 53 persen, sekarang sudah di angka 61 persen.

"Mudah-mudahan hasil kerja kita bisa menguat. Jadi secara epidemologi tes PCR jadi tantangan utama, tapi hasil koordinasi secara umum melahirkan penurunan kematian, peningkatan kesembuhan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved