Lina : Sisihkan Hasil Berdagang Untuk Iuran Jkn-Kis

Patut disadari bahwa kesehatan dan kebugaran tubuh adalah pondasi dari terhindarnya berbagai macam penyakit.

Istimewa
Patut disadari bahwa kesehatan dan kebugaran tubuh adalah pondasi dari terhindarnya berbagai macam penyakit. 

Soreang, TRIBUNJABAR.ID – Patut disadari bahwa kesehatan dan kebugaran tubuh adalah pondasi dari terhindarnya berbagai macam penyakit. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, gaya hidup sehat dan olahraga teratur menjadi cara menjaga kesehatan, kebugaran dan daya tahan tubuh. Namun, kegiatan olahraga di tengah pandemi Covid-19 juga mengalami perubahan, mulai dari melakukan yoga, zumba serta senam dari YouTube, hingga tren yang sedang booming saat ini, yaitu bersepeda.

Cibodas Kutawaringin yang berada di wilayah Kabupaten Bandung merupakan salah satu objek tujuan para gowes atau pesepeda yang kini banyak dikunjungi. Bagaimana tidak, perjalanan menuju kesana sangatlah mudah dan medan jalanpun mudah untuk dilalui sekalipun oleh pemula. Disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, pantas saja menarik perhatian wisatawan pesepeda untuk menikmati di setiap perjalanannya. Hampir setiap hari selalu ada rombongan pesepeda yang berkunjung kesana, apalagi di akhir pekan, sangat ramai sekali.

Mengingat ramainya pengunjung sepeda ke Desa Cibodas, membuat pertumbuhan ekonomi disana lebih maju. Dengan munculnya warung-warung yang menyediakan tempat untuk sejenak beristirahat bagi pesepeda. Termasuk Lina (45) yang sengaja membuka warung di tengah perlintasan pesepeda. Warungnya terletak di dekat air terjun sehingga tepat sekali apabila pesepeda berhenti sejenak disana. Saat Tim Jamkesnews berkunjung ke warungnya, Tim menyempatkan untuk berbincang-bincang soal BPJS Kesehatan dengan Lina (23/09).

Saat ini Lina merupakan peserta JKN-KIS di kelas 3 yang tergolong rajin untuk selalu bayar iuran setiap bulannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Lina, bahwa berkat warungnya tersebut ia bisa menyisihkan penghasilan dari warungnya untuk membayar iuran JKN-KIS keluarganya.

“Alhamdulillah dengan ramainya pembeli, saya bisa bayar iuran BPJS buat keluarga, ada suami dan 2 orang anak saya, karena yang paling besar sudah menikah”, ucap Lina.

Meskipun selama menjadi peserta JKN-KIS, ia belum pernah menggunakannya. Bukan berarti ketika ia sakit bayar sendiri melainkan belum pernah sakit berat.

“Belum pernah, semoga saja jangan sampai digunakan, harapannya selalu sehat saja. Tidak apa-apa bayar iuran setiap bulan, biar bisa menolong yang sakit”, ucap Lina.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved