Rabu, 8 April 2026

Juarai Hack4Resilience, Platform untuk Pendistribusian Hasil Tani Lebih Rata dan Panen Lebih Terukur

Founders Talent (FoTa), organisasi yang dikenal sebagai pendukung gerakan inovasi berkelanjutan, menggelar kompetisi inovasi Hack4Resilience.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Juarai Hack4Resilience, Platform Waktu Tani Memungkinkan Pendistribusian Hasil Tani Lebih Rata dan Panen Lebih Terukur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 yang masih belum memberikan kepastian dan berdampak ke berbagai bidang, membuat sejumlah pihak tergerak untuk melakukan invoasi yang bisa memberikan dampak positif dan berkelanjutan di masa depan.

Seperti yang dilakukan oleh Founders Talent (FoTa), organisasi yang dikenal sebagai pendukung gerakan inovasi berkelanjutan, menggelar kompetisi inovasi Hack4Resilience.

Menurut Ida Hindarsah, Direktur FoTa, Hack4Resilience digelar untuk membangun sejumlah aplikasi big data yang nantinya dapat berkontribusi menangani krisis akibat pandemi Covid-19, khususnya dari para pengambil kebijakan.

Info Lowongan Kerja Terbaru, Perusahaan Pembuat Pipa Baja Spindo Buka 12 Posisi, Ada Buat Lulusan D3

Baik skala lokal maupun internasional. Tak heran jika kompetisi ini pun melibatkan sejumlah peserta dari luar negeri seperti negara Thailand, India, dan Belanda, disamping Indonesia sebagai tuan rumah.

"Prototipe (aplikasi hasil lomba Hack4Resilience) ini akan dimasukkan ke dalam Covid-19 Observatory dan dapat ditindaklanjuti kepada pejabat publik dengan data di dunia nyata," kata Ida Hindarsah dalam diskusi daring "Pitching & Awarding Hack4Rilience", Minggu (27/9/2020).

Ida menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan kerangka kerja dukungan di setiap wilayah yang berpartisipasi, yang terdiri dari komunitas mitra di tingkat global seperti TomTom, Facebook, T-Hubs Hyderabad, STEAM Platform, Thailand dan Singapura Swiss Technical University Future Resilient Cities Center (ETH), Founders Talent Bandung, dan Global Resilient Cities Network. Di Belanda, pihaknya telah bermitra dengan Pusat Inovasi Data di Rotterdam dan Den Haag.

Adibusana Karya Dua Perancang Indonesia Menuai Pujian di Milan Fashion Week, Italia

Inovasi yang diperlombakan dalam Hack4Resilience dibuat berdasarkan kebutuhan pejabat publik, atau fenomena masyarakat di tengah pandemi Covid-19, sehingga perlu dicarikan solusinya.

"Tujuannya adalah untuk memberi data dan alat yang dapat mendekatkan mereka ke tata kelola berbasis data," ujar Ida.

Kompetisi Hack4Resilience sendiri digelar mulai 16 Juni 2020. Salah satu tim perwakilan dari Indonesia, Atmos FC-19, keluar menjadi pemenang dan mengalahkan pesaing dari berbagai negara yang mengikuti lomba.

Atmos FC-19 membawa inovasi berbentuk platform bertajuk Waktu Tani untuk menjawab permasalahan klasik soal agrikultur di Tanah Air, khususnya terkait ketahanan pangan.

Perwakilan dari Atmos FC-19, Yogi Sahat Maruli Simanjuntak, menyebutkan bahwa platform ini diciptakan mengingatkan distribusi hasil pertanian di Indonesia tidak merata.

Dua hal ini digawangi masalah defisit atau surlus hasil bumi. Pada akhirnya harga pangan tersebut tidak stabil di pasaran.

"Hal ini harus begitu diperhatikan menimbang sektor pertanian jadi modal ketahanan pangan. Di luar itu, pandemi Covid-19 menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, dapat mandiri dengan urusan kebutuhan pokok masyarakatnya," tutur Yogi.

Waktu Tani menghadirkan beberapa fitur yang dapat memetakan kondisi surplus dan defisit di daerah dan komoditasnya. Lalu, memproyeksikan ketersediaan pangan berdasarkan analisis kondisi lokal dan cuaca.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved