Bocah Cerdas Ini Dibawa Ngamen Ayahnya, Dedi Mulyadi Minta Ini Disetop dan Siap Bantu Sekolahnya
Saat bersepeda pagi hari di satu sudut Kota Purwakarta, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemukan
TRIBUNJABAR.ID - Saat bersepeda pagi hari di satu sudut Kota Purwakarta, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemukan ada seorang pria yang menuntun anaknya untuk mengamen.
Pria itu rambutnya putih mengenakan masker hitam dan membawa tape recorder. Tangan kirinya memegang tangan bocah perempuan yang masih kecil itu.
Sedangkan si bocah imut itu tangannya memegang mike yang tersambung ke tape recorder. Sepanjang jalan yang dilaluinya, bocah itu terus menyanyi sambil menengadahkan tangan.
Dedi Mulyadi lalu menghentikan laju sepedanya dan menghampiri pria dan bocah itu.
Saat ditanyai, si pria itu terkesan merasa terganggu. Bawaannya marah melulu. Padahal, kata Dedi Mulyadi, ia hanya mau membantunya.
"Begini Pak, tidak boleh anak sekecil ini dieksploitasi untuk mencari uang. Mari kita bicara, masalah bapak ini apa, nanti saya bantu," kata Dedi.
• Klarifikasi CIA soal Tudingan CIA dan Amerika Serikat Terlibat dalam Peristiwa G30S/PKI
Pria itu mengaku bocah yang dibawanya itu adalah anaknya. Dedi lalu meminta KTP pria itu tapi dia mengaku tak memilikinya. Akhirnya dicatatlah alamat pria itu untuk nanti dikunjungi ke rumahnya.
Selanjutnya Dedi pun membeli sembako untuk diberikan kepada keluarga pria tersebut.
Alamat rumahnya ternyata cukup jauh, harus memakai sepeda motor untuk mencapainya. Melewati jalan di pinggiran rel kereta api.
Hingga akhirnya ketemu satu kamar kontrakan. Ya ternyata pria itu berasal dari Padang Sumatra Barat, sedangkan istrinya berasal dari Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Saat ditemui di rumahnya, pria itu tak mau muncul. Yang menjumpai Dedi Mulyadi adalah istri dan anak-anaknya, termasuk bocah yang dibawa mengamen.
Dari istrinya ini kemudian diketahui, keluarga ini memang tidak memiliki KTP Kabupaten Purwakarta. Sang istri justru masih memiliki KTP Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Mereka baru beberapa bulan tinggal di Purwakarta.
Diketahui keluarga ini memiliki delapan anak, satu orang meninggal dunia.
• Nonton Grand Final LIDA 2020 Malam Ini di Link Live Streaming, Pertarungan Meli, Hari, dan Gunawan
Adapun yang tinggal di kamar kontrakan itu adalah suami, istri, dan ketiga anaknya. Anak lainnya yang sudah besar, tinggal di Cicalengka.