Ini Bentuk Janda Bolong yang Dijual Rp 100 Juta, Dulu Tanaman Pinggir Jalan yang Tidak Dilirik
Tren tanaman hias kembali marak di Indonesia. Kali ini tanaman janda bolong yang digemari sebagai tanaman hias di dalam rumah.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Ravianto
Janda bolong merupakan tanaman merambat dan cocok dijadikan tanaman teralis.
Jika ditopang pada tiang, maka janda bolong akan tumbuh tinggi dengan daun semakin besar.
Jika dijadikan tanaman hias, tanaman ini biasanya tingginya sekitar 1 meter.
Akan tetapi, jika di alam, tinggi janda bolong dapat mencapai 2-4 meter.
Melansir The Spruce, Monstera adansonii memiliki kerabat yang mirip dengan jenis Monstera deliciosa.
Keduanya sama-sama memiliki bentuk mencolok yakni daun yang berlubang.
Sebagai tempat hidupnya, tanaman ini cocok dengan cahaya matahari tidak langsung, seperti tempat hidup aslinya di alam liar dan tumbuh di bawah naungan pohon.

Tempat paling cocok adalah tanah berbasis gambut dalam lubang pot yang memiliki lubang drainase besar.
Gambut mampu menahan kelembapan di dalam tanah tanpa harus tergenang air.
Untuk menjaganya tetap tumbuh, tempelkan jari ke dalam tanah untuk melihat seberapa basah atau kering tanah tersebut.
Jika hampir kering, maka sirami dan jangan biarkan janda bolong mengering seluruhnya.
Janda bolong memiliki sekitar 41 spesies yang masuk dalam genus Monstera, dan semuanya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.
Dikutip dari Kompas.com, Vanda Fakhrozi, seorang pedagang tanaman hias di Jakarta mengatakan harga jadna bolong yang melambung tinggi dipicu budaya latah setelah tanaman tersebut jadi tren para pemilik rumah elite dengan desain minimalis.
Booming tanaman janda bolong dengan cepat meluas karena efek viral di media sosial.
Seketika banyak orang mencari tanaman ini sehingga harganya ikut melonjak dratis, dari puluhan ribu menjadi jutaan rupiah.