Kronologi Keluarga Pengusaha di Tasikmalaya Positif Corona Sepulang dari Sumatera
Di Purwokerto itulah keluarga secara spontan merencanakan silaturahmi kepada anggota keluarga yang berdimosili di Aceh.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Keluarga besar pengusaha asal Kota Tasikmalaya yang terpapar Covid-19 memberikan penjelasan tentang kronologis sebenarnya musibah tersebut.
Juru bicara (jubir) keluarga, Muhammad Ridwan, mengungkapkan, ada dua kabar yang masih simpang siur di lapangan dan akhirnya menjurus ke berita hoaks, termasuk di sejumlah media.
"Pertama soal keberangkatan wisata ke Aceh serta kabar meninggal dan yang terpaparnya anggota keluarga," kata Ridwan, Rabu (23/9).
Ridwan menegaskan, keluarga awalnya tidak ada niatan berwisata ke Sumatera.
"Awalnya kami bersilaturhmi kepada anggota keluarga di Purwokerto dengan naik minibus," kata Ridwan.
Di Purwokerto itulah keluarga secara spontan merencanakan silaturahmi kepada anggota keluarga yang berdimosili di Aceh.
"Dengan menggunakan sebuah bus besar, ada 18 anggota keluarga yang ikut dalam rombongan," kata Ridwan.
Selama dalam perjalanan ke Aceh, kemudian berinisiatif mampir di sejumlah lokasi wisata yang terlewati.
"Rombongan keluarga berangkat tanggal 13 Agustus dan tiba kembali di Tasikmalaya tanggal 3 September," ujar Ridwan.
Sepulang dari Aceh itulah musibah datang.
Sejumlah keluarga jatuh sakit dan ternyata dari hasil swab test terkonfirmasi positif Covid-19.
"Dari musibah ini kami kehilangan tiga anggota keluarga. Mereka meninggal berturut-turut tanggal 14, 19 dan 20 September," kata Ridwan.
Empat anggota keluarga lainnya menjalani perawatan.
Yakni tiga orang di ruang isolasi Mitra Batik, RSU dr Soekardjo, dan seorang lagi isolasi mandiri di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasien-positif-covid-19-asal-paseh-sumedang-yang-meninggal-diduga-tertular-virus-corona-di-jakarta.jpg)