HEBOH DANGDUTAN di Acara Napak Tilas Gunung Pangadegan Sumedang, Saat Pandemi Covid-19
Acara Napak Tilas Gunung Pangadegan yang digelar Paguyuban Seni Budaya (PSB) di Kawasan Kancah Nangkub
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Acara Napak Tilas Gunung Pangadegan yang digelar Paguyuban Seni Budaya (PSB) di Kawasan Kancah Nangkub, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang menjadi perbincangan hangat karena melanggar protokol kesehatan.
Dalam acara yang digelar pada Minggu (20/9/2020) itu pihak panitia menyuguhkan acara dangdutan. Dalam video yang di terima Tribun Jabar, terdapat kerumunan orang yang berjoget dalam acara tersebut.
Sekilas, sejumlah orang yang berjoget itu terlihat tidak menjaga jarak, bahkan biduannya pun tidak menggunakan face shield sesuai anjuran dari pemerintah dan ada juga warga yang tidak memakai masker.
Pengelola Kancah Nangkub, Beben HVA membenarkan adanya dangdutan dalam acara tersebut, namun pihaknya sempat menyarankan agara acara Napak Tilas Gunung Pangadegan itu tidak digelar disertai acara dangdutan, tetapi hal itu tidak digubris.
• Gugus Tugas Indramayu Pastikan Pasien yang Kabur Sudah Kembali ke RSUD, Tak Kontak dengan Orang Lain
"Saya koordinasi dengan Camat menanyakan surat izin dari gugus tugas Covid-19, malah dilempar ke PSB," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2020).
Bahkan pada malam harinya atau sebelum acara, kata Beben, tenda untuk acara tersebut langsung dibongkar Satpol PP setelah ada kesepakatan dari Camat dan pihak panitia acara tersebut.
"Setelah koordinasi akhirnya sepakat (tenda) untuk dibongkar, itu disaksikan anggota Polsek, Satpol PP dan tokoh masyarakat setempat pak Iwan," katanya.
Setelah itu, pihaknya mengizinkan kegiatan napak tilas PSB dilanjutkan yang digelar dari mulai Gunung Pangadegan hingga Kancah Nangkub dengan catatan tidak ada kegiatan panggung hiburan.
"Itu guna menghindari keruman pengunjung karena dikhawatirkan terjadi klaster di Kancah Nangkub. Namun pada siang harinya, tetap ada dangdutan," ucap Beben.
Ketua panitia acara Napak Tilas Gunung Pangadegan Muhamad Andi Lesmana, juga membenarkan adanya dangdutan tersebut, namun dia membantah tidak menerapkan protokol kesehatan.
• Empat Hari dirawat di Rumah Sakit, Begini Kabar Ari Lasso Sekarang
"Kalau hanya melihat dari visualisasi video, tidak bisa dianggap, bahwa kami tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak jaga jarak, tidak pakai masker dan sebagainya," katanya.
Menurutnya, jika dilihat dari kejauhan, memang acara dangdutan tersebut seperti berkerumun. Tetapi, dia mengklaim bahwa kondisi sebenarnya tidak seperti itu dan terkait perizinan sudah diurus pihak desa.
"Kalau masalah izinnya itu sama desa dan sudah kami bahas. Kami dari PSB hanya back up secara kepanitian dalam rangka promisi destinasi wisata," ucap Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dangdutan-saat-pandemi-covid-19.jpg)