Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona di Jabar

Bertambah Dua, Ini Daftar Tujuh Kecamatan di Kabupaten Garut yang Berzona Merah Penyebaran Covid-19

Wilayah berstatus zona merah di Kabupaten Garut bertambah lagi. Minggu ini menjadi tujuh yang berstatus zona merah.

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Wilayah berstatus zona merah di Kabupaten Garut bertambah lagi. Jika pada pekan lalu cuma lima kecamatan, minggu ini menjadi tujuh yang berstatus zona merah.

Kecamatan Karangpawitan dan Sukawening yang semula berstatus zona oranye, kini berubah menjadi zona merah. Ada peningkatan kasus positif di kedua kecamatan itu.

Di Sukawening, ditemukan 14 kasus positif corona yang berasal dari transmisi lokal.

Sedangkan Kecamatan Tarogong Kaler kini berada di zona oranye setelah pekan lalu masuk ke zona merah.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, daerah lain yang masuk ke zona merah yakni Garut Kota, Banyuresmi, Tarogong Kidul, Cilawu, dan Cikajang.

Hingga kini kasus virus corona di Garut hampir menembus 200 kasus.

"Total sampai hari ini ada 195 kasus positif. Ada delapan kampung di enam kecamatan yang sekarang menjalani isolasi setelah ditemukan penyebaran virus corona," ujar Helmi, Senin (21/9/2020).

Sedangkan kecamatan yang berada di zona oranye, juga terdapat di tujuh kecamatan, yakni Wanaraja, Tarogong Kaler, Kadungora, Cibatu, Bayongbong, Limbangan, dan Kecamatan Selaawi.

Meski Masi Rawan, Pemakai Masker Scuba di Kabupaten Bandung Belum Mendapat Sanksi, Ini Alasannya

Kecamatan yang berada di zona kuning terdapat 13 kecamatan, yaitu Pangatikan, Samarang, Pasirwangi, Leles, Leuwigoong, Kersamanah, Malangbong, Cigedug, Cisurupan, Sukaresmi, Bungbulang, Talegong dan Kecamatan Cibiuk.

Sementara sisanya terdapat 15 kecamatan berada di zona hijau.

"Kami ingatkan untuk tetap patuhi protokol. Jangan banyak berkerumun untu saat ini," katanya.

Helmi meminta agar semua unsur, mulai dari pegawai, perusahaan, dan seluruh masyarakat tetap memakai masker, menjaga jarak fisik dan kerumunan massa, serta rajin mencuci tangan.

"Saat membeli makan lebih baik dibawa pulang, jangan makan di tempat dulu," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved