Breaking News:

VIDEO-Dilema Driver Ojol Antara Berdiam Diri atau Keluar Rumah: Seharian Cuma Dapat Rp 50 Ribu

Sama halnya seperti mata pencaharian lain pada umumnya, munculnya pandemi ini menyebabkan pendapatan ojol menurun secara signifikan.

TRIBUNJABAR.ID - Merebaknya virus Corona terkhusus di negara Indonesia tentunya berdampak bagi hampir semua sektor yang ada. Mulai dari sektor pendidikan hingga perekonomian.

Ojek online termasuk salah satu profesi yang dihadang dilema antara harus berdiam diri di rumah untuk mencegah penyebaran Corona, atau bekerja keluar rumah untuk mendapatkan pemasukan demi menyambung hidup keluarga.

Baju kuning, celana abu dilipat, tas hitam menggantung dileher dan jaket ojek online berwarna hijau, tergambar dari perawakan Rendi (31) seorang driver ojek online yang saat ini tengah ditempa sulitnya perekonomian di tengah pandemi Corona.

Dirinya tengah memandangi layar ponsel sebagai pertanda sedang menanti orderan pelanggan.

Sama halnya seperti mata pencaharian lain pada umumnya, Rendi mengaku munculnya pandemi ini menyebabkan pendapatan nya menurun secara signifikan.

“Dulu waktu sebelum corona bapak bisa dapet Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari. Sedangkan sekarang bapak cuman dapet kira-kira Rp 50 ribu per hari, jadi kalo dihitung hitung pendapatan bapak turun 50 sampe 60 persen dalam satu bulannya. Kadang nih ya, dalam satu hari kita bisa gak dapet orderan sama sekali,” ujarnya sembari menghela nafas dalam dan menyeka keringat di dahinya.

Dirinya juga mengaku jamak stigma dan perlakuan buruk yang dilontarkan, mulai dari uang yang dilempar hingga dituding sebagai pembawa virus. Hal tersebut mereka lakukan karena takut terpapar virus corona.

Selaras dengan apa yang diungkapkan Siti Nabila seorang mahasiswa yang juga pelanggan rutin ojek online.

“Saya setuju dengan istilah physical distancing, tapi saya enggak setuju banget sama perlakuan kayak ngelempar uang, soalnya gak sopan gak punya etika. Kan bisa pake cara lain untuk ngelakuin physical distancing itu” ujarnya dengan nada naik.

Rendi hanya bisa berharap untuk kedepannya Pandemi segera berakhir, agar perekonomian keluarga nya kembali normal seperti sedia kala.(job2/Wildan Noviansah)

Editor: Teguh Kurnia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved