Breaking News:

Petugas Gabungan Bentuk Tim Pembubaran Massa Pantau Pelaksanaan AKB yang Diperketat di Kota Bandung

Petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri bakal rutin melakukan operasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah titik di Kota Bandung.

ery chandra/tribun jabar
Suasana di perbatasan antara Kota Cimahi dan Kota Bandung pada Minggu (13/9/2020), malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama TNI dan Polri dibagi dalam dua tim untuk melakukan operasi rutin di sejumlah titik di Kota Bandung.

Operasi rutin itu dilakukan dalam rangka pengawasan selama penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB yang diperketat selama 14 hari ke depan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi mengatakan, dua tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri itu bakal disebar di pusat kota hingga ke bagian timur.

"Tim satu pembubaran massa dan tim dua bergerak ke daerah timur untuk memastikan situasi dan kondisi para pelaku usaha yang sudah diberikan izin operasional menerapkan protokol kesehatan," ujar Taspen, saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Dikatakan Taspen, operasi pertama sudah dilakukan pada Rabu 16 September malam.

Pihaknya, kata dia, bergerak untuk melakukan monitoring ke tempat usaha dan membubarkan massa yang berkerumun.

"Sementara memang sanksi baru diberikan yang menengah, sifatnya sanksi sosial, yang tidak memakai masker kita suruh beberes (memungut sampah), nyanyi Indonesia Raya, tapi yang penting bagi kita itu kesadarannya untuk melakukan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan," katanya.

Ke depan, kata dia, jika masih tetap melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi yang lebih tegas dan untuk badan usaha bisa sampai dilakukan penyegelan sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 46 tentang AKB.

"Tidak menutup kemungkinan bakal ada penyegelan terhadap tempat pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, karena ini sifatnya bukan sosialisasi lagi, tindakannya sudah sanksi, apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan otomatis akan kita berikan sanksi," ucapnya.

Taspen mengharapkan, kesadaran masyarakat untuk ikut bersama-bersama memutus penyebaran virus corona ini dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

"Diharapkan kerja sama yang baik, pelaku usaha juga diimbau agar menaati aturan sesuai dengan Perwal nomor 46 agar tidak ada cluster baru dan memutus rantai penyebaran virus ini," katanya.

Meski Jakarta PSBB, Tak Ada Pembatasan Wisatawan Jakarta ke Jabar, Protokol Kesehatan Diperketat

Meski Jakarta PSBB, Tak Ada Pembatasan Wisatawan Jakarta ke Jabar, Protokol Kesehatan Diperketat

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved