Breaking News:

Tahun Lalu Cuma 5 Orang, Kini Kematian Akibat DBD di Kota Tasikmalaya Sudah 20 Orang

Kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, melonjak dibanding tahun lalu.

Pixabay
Nyamuk penyebab penyakit demam berdarah atau DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, melonjak dibanding tahun lalu.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Selasa (16/9), menyebutkan, jumlah kasus serangan DBD tajin 2020 ini meningkat empat kali lipat dibanding thin 2019.

Kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini hanya lima sepanjang tahun 2019.

Namun pada 2020 ini jumlahnya mencapai 20 orang. Bahkan serangan sepanjang tahun 2018 hanya menimbulkan kematian tiga orang.

Daftar 15 Kecamatan di Indramayu yang Masuk Kategori Zona Merah Covid-19, Berbahaya

"Tingginya angka kematian terutama terjadi pada out break periode Juni-Juli, terjadi ledakan penderita termasuk yang meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (16/9).

Sedangkan saat ini kondisinya menunjukan grafik yang landai. Sementara jumlah penderita secara keseuruhan mencapai 1.214 orang dan sebanyak 21 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Uus meminta warga tetap mewaspadai serangan DBD di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

"Jangan kendur menerapkan protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak. Jadikan kedua pencegahan itu sebagai kebutuhan, bukan keharusan," kata Uus.

Dua Rumah di Warungkondang Cianjur Ludes Terbakar, Angin Kencang Sulitkan Pemadaman

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved