Persaingan Pasar Mobil SUV Urban Masih Panas, Prospeknya Sangat Menjanjikan
Semua yang kami order dari eksportir itu semua terjual, dan ada di beberapa warna, kayak Climber warna putih itu kita indent sampai dengan bulan Novem
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Persaingan pasar mobil di segmen kendaraan sport utility vehicle (SUV) urban masih panas pada tahun ini. Buktinya, sejumlah pemain tercatat masih meluncurkan line up baru di segmen tersebut.
Tengok saja PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, agen pemegang merek (APM) kendaraan Suzuki tersebut tercatat meluncurkan line up SUV urban New Ignis pada April 2020 lalu. Menyusul, terdapat pula Maxindo Renault Indonesia. Distributor mobil Renault di Indonesia tersebut juga tercatat meluncurkan New Renault Climber beberapa bulan lalu.
Chief Operating Officer Maxindo Renault Indonesia (MRI), Davy J Tuilan mengatakan, segmen produk SUV urban berpeluang untuk terus bertumbuh dalam jangka panjang. Itulah sebabnya beberapa APM masih terus melirik segmen kendaraan tersebut.
Pasokan Renault Climber di Indonesia saat ini diperoleh dengan cara impor utuh alias completely built in (CBU) dari Indonesia. Sejauh ini, tren penjualan Renault Climber sendiri dinilai cukup memuaskan.
“Semua yang kami order dari eksportir itu semua terjual, dan ada di beberapa warna, kayak Climber warna putih itu kita indent sampai dengan bulan November,” ujar Davy kepada Kontan.co.id, Jumat (11/9/2020).
Davy mengakui, sejumlah tantangan juga dijumpai di pasar SUV urban, salah satunya berasal dari pengetatan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta yang rencananya akan diterapkan mulai Senin (14/9).
Davy bilang, sebagian besar penjualan kendaraan SUV urban di Indonesia umumnya dilakukan melalui skema penjualan kredit, sementara pengetatan PSBB DKI Jakarta berpotensi mendorong perusahaan pembiayaan atawa leasing untuk mengetatkan pinjamannya dengan meningkatkan down payment (DP).
Dengan demikian, penjualan kendaraan SUV urban juga turut berpeluang tertekan seiring pengetatan PSBB DKI Jakarta bisa saja diikuti dengan pelemahan permintaan kendaraan SUV urban di pasaran.
Diakui Davy, line up SUV urban Renault pun menghadapi tantangan serupa, sebab mayoritas penjualan Renault di segmen tersebut dilakukan melalui penjualan secara kredit. Untuk penjualan Renault Climber misalnya, hampir 100% penjualan tersebut dilakukan secara kredit.
Di sisi lain, tantangan di segmen SUV urban juga datang dari persaingan yang semakin ketat akibat kemunculan line up-line up baru. Oleh karenanya, MRI telah menyiapkan sejumlah strategi.
Pertama, MRI akan terus berupaya menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan pembiayaan untuk menghadirkan program-program penjualan dengan DP rendah.
Selain itu, MRI juga akan terus menggenjot penjualan secara digital melalui sejumlah saluran penjualan seperti misalnya mitra e-commerce Blibli maupun saluran penjualan digital lainnya.
Menurut Davy, prospek penjualan digital cukup menjanjikan. Buktinya, porsi kontribusi penjualan digital Renault dalam total penjualan Renault di Indonesia secara umum meningkat pesat dari semula sekitar 10% dari total penjualan menjadi sekitar 35% dari total penjualan.
Dengan strategi-strategi di atas, MRI membidik penguasaan pasar atau market share sebesar 5% di segmen SUV urban. Sejauh ini, MRI belum berencana meluncurkan varian baru lagi di segmen SUV urban. “Kami kan baru meluncurkan Climber, kami mau fokus di sana dulu,” kata Davy.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel. Ia berujar, kendaraan SUV urban memiliki potensi untuk terus bertumbuh dalam jangka panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sejumlah-mobil-honda-hrv-yang-terparkir-rapi-di-halaman-atmosphere-resort-cafe.jpg)