Breaking News

DBD Masih Mengintai Tasikmalaya, Sejak Januari Sudah 1.200 Orang yang Terjangkit

Saat ini hanya tinggal 21 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah kota, tarmasuk RSU dr Soekardjo.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Firman Suryaman
RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya kini sudah mencapai 1.214 orang.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga awal September. ( pasien DBD di Tasikmalaya tinggal 21 termasuk di RSU dr Soekardjo )

"Itu akumulasi sejak Januari. Tapi memang meningkat dibanding tahun lalu. Kami minta warga tetap waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Minggu (13/9).

Puncak peningkatan terjadi rentang Juni-Juli.

Saat ini hanya tinggal 21 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah kota, tarmasuk RSU dr Soekardjo.

Uus memyebutkan, kasus serangan DBD pada tahun 2018 hanya 223 orang.

Pada tahun 2019 mengalami lonjakan 672 kasus dan tahun 2020 per September 1.214 orang.

"Di tengah upaya kami menangani Covid-19, kasus DBD pun menjadi perhatian serius kami, dengan terus berupaya meredam jumlah penderita," kata Uus.

Upaya itu, lanjutnya, membawa hasil. Sejak ledakan terjadi Juni-Juli, penambahannya kini sudah landai.

"Hanya tinggal 21 yang masih dirawat," ujar Uus.

Uus meminta warga selalu berupaya melakukan antisipasi mandiri dari serangan DBD.

Terutama dengan memberantas sarang nyamuk.

Yakni melalui gerakan tiga M, menguras bak, menimbun dan membuang benda yang sekiranya bisa menjadi media nyamuk bertelur. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved