Daftar 6 Proyek Besar yang Jadi Fokus Jawa Barat Tahun 2021, Juga Percepat Pemulihan Dampak Covid-19

Pembangunan di Jabar pada 2021 akan fokus kepada percepatan pemulihan bidang yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya kesehatan, sosial, dan ekonomi

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi AM
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan di Jawa Barat pada 2021 akan fokus kepada percepatan pemulihan bidang yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Di antaranya akan ada enam proyek besar yang dibangun di berbagai daerah di Jawa Barat pada 2021.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jabar tentang Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD Jabar terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) APBD Provinsi Jabar Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memfokuskan secara khusus pembangunan Jawa Barat pada 2021 yaitu percepatan pemulihan dampak pada bidang kesehatan dan sosial, juga ekonomi,” kata Ridwan Kamil.

Kebijakan pembangunan daerah yang disepakati, pertama terkait pembiayaan tahun jamak untuk enam kegiatan, yaitu pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat atau Masjid Raya Al Jabbar, pembangunan simpang tidak sebidang Jalan Dewi Sartika di Kota Depok, peningkatan jalan pada ruas jalan Sumadra-Bungbulang-Sukarame di Kabupaten Garut, peningkatan jalan pada ruas jalan Sagaranten-Tegalbuleud di Kabupaten Sukabumi, pembangunan terminal Tipe B di Cikarang Kabupaten Bekasi, dan pembangunan terminal Tipe B di Ciledug Kabupaten Cirebon.

Selain itu, ada juga sembilan prioritas pembangunan yang akan dilakukan tahun depan, yaitu akses pendidikan untuk semua masyarakat, desentralisasi layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata, pendidikan agama dan tempat ibadah juara, infrastruktur konektivitas wilayah, Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa), subsidi gratis golongan ekonomi lemah, dan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah.

Emil --sapaan Ridwan Kamil -- menambahkan, DPRD Jabar juga telah menyepakati tiga kebijakan pembangunan daerah serta program unggulan strategis di 2021. Karenanya pihaknya mengapresiasi pimpinan DPRD Kabar beserta anggota yang telah menyepakati beberapa hal.

Hal ini terkait pinjaman daerah sebesar Rp 4,003 triliun yang dialokasikan pada tahun anggaran 2020 dan 2021. Anggaran tersebut bersumber dari pinjaman daerah yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur air dan sanitasi, perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan pusat logistik, dan sosial.

Ketiga, penambahan kegiatan pada bantuan keuangan untuk mendukung program padat karya, pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di lingkungan keagamaan, dan penguatan koordinasi wilayah yang dialokasikan pada belanja hibah.

Untuk mewujudkan kebijakan pembangunan daerah di 2021 itu, Emil berujar, perlu terobosan kebijakan penerimaan daerah baik yang bersumber dari pendapatan daerah maupun penerimaan daerah.

“Untuk itu, penguatan kebijakan pendapatan daerah akan diarahkan pada upaya peningkatan sektor pajak daerah yang difokuskan pada tax compliance (kepatuhan wajib pajak),” ucap Emil.

Adapun terkait kebijakan pendapatan daerah pada 2021 khususnya untuk penerimaan retribusi daerah, Jabar akan fokus pada jasa usaha, memaksimalkan dividen BUMD, dan penyempurnaan tata kelola aset daerah, serta memanfaatkan kebijakan penerimaan pembiayaan melalui skema pinjaman daerah.

Sementara soal kebijakan belanja daerah pada 2021, Ridwan Kamil  mengatakan, pihaknya akan melakukan 10 prioritas, yaitu:

(1) Pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi pascapandemi Covid-19;

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved