Setiap Pagi Rektor UIN Bandung Sedekah Satu Sendok Gula untuk Semut
Mahmud mengatakan ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus menggunakan dua pendekatan
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Adityas Annas Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Salah satu bentuk sedekah yang dilakukan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Prof Dr Mahmud ini tergolong unik. Setiap pagi ia bersedekah ke semut atau sireum dalam Bahasa Sunda.
Hal itu dikatakan Mahmud saat menutup Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN DR Sisdamas) beberapa waktu lalu.
Dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (3/9/2020), Mahmud mengatakan ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus menggunakan dua pendekatan.
Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, dan di rumah aja.
Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu, jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar, berdoa dan sedekah.
"Pesan saya setiap hari kita dapat mengeluarkan sedekah. Salah satu bentuk sedekah, setiap pagi ketika saya membuat teh dengan pakai gula tiga sendok, dua sendok dipakai untuk teh yang satu sendok, saya lempar ke tanah untuk sedekah ke sireum," katanya.
KKN DR Sisdamas yang diikuti 5.502 mahasiswa ini berasal dari Fakultas Ushuluddin (FU) 571 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.130, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 762, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 851, Fakultas Adab dan Humaniora ((FAH) 548, Fakultas Psikologi (FPsi) 166, Fakultas Sians dan Teknologi (FST) 542, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 446, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 486 orang.